Liverpool Mode Terpuruk! Rekor Buruk 14 Tahun Terulang Usai Dihajar PSG

Niklaas Andries • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 06:22 WIB
TERPURUK: Penampilan Liverpool dalam periode terburuk musim ini (Liverpool)
TERPURUK: Penampilan Liverpool dalam periode terburuk musim ini (Liverpool)

RADARBANYUWANGI.ID - Liverpool kembali menelan hasil mengecewakan setelah takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions di Parc des Princes. Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk, tetapi juga menandai kemunduran signifikan bagi performa tandang The Reds musim ini.

Gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia memastikan kemenangan meyakinkan bagi tim asuhan Luis Enrique, yang bahkan berpeluang mencetak lebih banyak gol sepanjang laga.

Empat Kekalahan Tandang Beruntun, Terburuk Sejak 2012

Hasil tersebut membuat Liverpool mencatatkan empat kekalahan tandang berturut-turut di semua kompetisi, rekor terburuk mereka sejak April 2012.

Baca Juga: Heboh Temuan Potongan Tangan di Irigasi Tegaldlimo Banyuwangi, Polisi Pastikan Bukan Manusia

Rentetan hasil negatif ini mencerminkan krisis performa yang tengah dialami skuad asuhan Arne Slot, terutama saat bermain di luar kandang.

Rangkaian Hasil Buruk di Laga Tandang

Baca Juga: Longsor Gunung Gumitir Banyuwangi, Dua Titik Tebing Ambrol dan Lalu Lintas Diberlakukan Buka Tutup

Performa buruk Liverpool di laga tandang dimulai dari kekalahan tipis 0-1 atas Galatasaray di Liga Champions. Tren negatif berlanjut dengan kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion yang semakin mengganggu konsistensi mereka di liga domestik.

Namun, hasil paling memukul datang di ajang Piala FA, saat mereka dihancurkan Manchester City dengan skor telak 0-4. Dalam laga tersebut, Erling Haaland tampil gemilang dengan mencetak hat-trick.

Selama empat pertandingan tandang terakhir, Liverpool hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan sembilan kali, menunjukkan lemahnya lini pertahanan dan tumpulnya serangan.

Kemunduran Signifikan Dibanding Musim Lalu

Statistik menunjukkan bahwa periode ini menjadi yang terburuk sejak akhir era kedua Kenny Dalglish pada musim 2011-2012. Saat itu, Liverpool juga mengalami empat kekalahan tandang beruntun sebelum akhirnya bangkit.

Musim ini, The Reds telah menelan total 16 kekalahan di semua kompetisi (tidak termasuk Community Shield), sebuah penurunan drastis dibandingkan performa mereka saat meraih gelar musim lalu.

Baca Juga: Proyek GITET 500 kV Kalipuro Banyuwangi Hampir Tuntas, Enam Trafo Raksasa Tiba di Dermaga Bulusan

Tantangan Berat di Leg Kedua

Dengan defisit dua gol dari PSG, peluang Liverpool untuk bangkit terbilang berat. Tanpa perubahan signifikan, peluang untuk membalikkan keadaan di Anfield tampak tipis.

Namun, harapan tetap ada. Jika mampu memanfaatkan atmosfer kandang dan memperbaiki performa secara menyeluruh, Liverpool masih berpeluang menciptakan kejutan.

Baca Juga: Sambut Musim Kemarau, Petani dan Petugas Pengairan Singojuruh Gotong Royong Bersihkan Irigasi Sungai Badeng

Liverpool tengah berada dalam periode sulit, terutama di laga tandang. Rekor buruk yang kembali terulang menjadi sinyal bahaya bagi ambisi mereka musim ini.

Kini, satu-satunya harapan tersisa adalah kebangkitan di Anfield, tempat di mana keajaiban masih mungkin terjadi. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Paris Saint Germain Liverpool arne slot liga champions