RADARBANYUWANGI.ID - Arsenal harus mengubur ambisi meraih gelar domestik setelah takluk 1-2 dari Southampton pada babak perempat final FA Cup di St Mary’s.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Mikel Arteta, sekaligus mengakhiri mimpi meraih quadruple musim ini.
Arsenal Tampil Rapuh, Southampton Lebih Efektif
Datang dengan skuad yang tidak ideal akibat banyaknya pemain absen, Arsenal tampil kurang solid sejak awal laga. Lini pertahanan yang dikomandoi Gabriel Magalhaes terlihat goyah sepanjang babak pertama.
Baca Juga: Kisah Hari Sucipto: Bangkit dari Bangkrut, Lukisan Iseng Laku Rp100 Ribu Jadi Titik Balik
Kesalahan fatal Ben White menjadi titik balik pertandingan. Bek Inggris itu gagal mengantisipasi bola dengan sempurna, yang dimanfaatkan oleh Ross Stewart untuk membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-36.
Arsenal Bangkit, Tapi Gagal Menjaga Momentum
Memasuki babak kedua, Southampton tetap tampil agresif. Leo Scienza bahkan nyaris menggandakan keunggulan lewat tembakan melengkung yang membentur mistar gawang.
Baca Juga: Gus Makki Serukan Akhiri Polemik, Ajak Warga NU Banyuwangi Kembali Berkhidmat
Arsenal akhirnya mampu menyamakan skor di menit ke-68 melalui Viktor Gyokeres. Gol tercipta berkat kerja sama apik dengan Kai Havertz yang memberikan umpan matang.
Namun, harapan Arsenal pupus di menit-menit akhir. Shea Charles mencetak gol kemenangan bagi Southampton pada menit ke-85 setelah memanfaatkan celah di lini belakang The Gunners.
Statistik Tak Menolong Arsenal
Meski unggul dalam penguasaan bola 64% dan jumlah tembakan 23 berbanding 8, Arsenal gagal mengonversi dominasi menjadi kemenangan.
Sebaliknya, Southampton tampil lebih efektif dan klinis dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Baca Juga: Ipuk Fiestiandani: Pemkab Siap Dukung PCNU Banyuwangi, Kolaborasi Jadi Kunci Bangun Daerah
Pemain Terbaik: Leo Scienza
Penampilan impresif Leo Scienza menjadi salah satu kunci kemenangan Southampton. Ia terus merepotkan lini belakang Arsenal dengan pergerakan lincah dan kreativitas tinggi sepanjang pertandingan.
Dampak Kekalahan: Alarm Bahaya bagi Arsenal
Dua pekan lalu, Arsenal masih bermimpi meraih empat gelar sekaligus. Kini, harapan tersebut sirna setelah tersingkir dari FA Cup.
Meski masih memimpin klasemen Liga Inggris dan bersaing di Liga Champions, performa inkonsisten belakangan ini memunculkan kekhawatiran akan potensi kegagalan di momen krusial musim.
Jadwal Berikutnya
Southampton kini menanti hasil undian semifinal FA Cup dan berpeluang menghadapi tim besar seperti Chelsea atau Manchester City.
Sementara itu, Arsenal harus segera bangkit karena sudah ditunggu laga penting Liga Champions melawan Sporting Lisbon.
Kekalahan ini menjadi pengingat keras bagi Arsenal: dominasi tanpa efektivitas tak akan membawa hasil. Kini, ujian sesungguhnya adalah bagaimana mereka bangkit dan menjaga peluang di dua kompetisi tersisa. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi