RADARBANYUWANGI.ID - Krisis internal di Confederation of African Football (CAF) kembali mencuat setelah Sekretaris Jenderal Veron Mosengo-Omba mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan ini diambil di tengah situasi penuh gejolak yang melanda organisasi sepak bola Afrika tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski tidak secara langsung disebutkan dalam pernyataan pengunduran dirinya, mundurnya Mosengo-Omba terjadi tak lama setelah kontroversi besar di ajang Piala Afrika 2025.
Timnas Senegal sebelumnya dinyatakan sebagai juara usai menang di final. Namun, gelar tersebut kemudian dicabut setelah tim meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti kontroversial untuk Maroko.
Baca Juga: Arus Balik Ketapang Banyuwangi Belum Usai, Baru 52 Persen Pemudik Kembali ke Bali
CAF kemudian menetapkan Maroko sebagai juara, memicu polemik luas di dunia sepak bola Afrika.
Pernyataan Resmi Mosengo-Omba
Dalam pernyataannya, Mosengo-Omba menyebut pengunduran dirinya dilakukan untuk fokus pada proyek pribadi.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Bandara Banyuwangi Layani 655 Penumpang dalam Sehari
Ia juga menegaskan telah berhasil membersihkan namanya dari berbagai tuduhan yang sempat diarahkan kepadanya, sehingga dapat meninggalkan jabatan dengan tenang.
Peran Baru dan Dukungan Presiden CAF
Presiden CAF, Patrice Motsepe, mengungkapkan bahwa Mosengo-Omba akan berkontribusi pada pengembangan sepak bola di Republik Demokratik Kongo atas permintaan Presiden Felix Tshisekedi.
Motsepe juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Mosengo-Omba dalam mendorong perkembangan sepak bola Afrika selama masa jabatannya.
Penunjukan Pengganti Sementara
Baca Juga: Beli Tiket di Pinggir Jalan Picu Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Saat Arus Balik
Sebagai langkah sementara, CAF menunjuk Samson Adamu sebagai pelaksana tugas Sekretaris Jenderal.
Motsepe menyatakan keyakinannya bahwa Adamu mampu menjalankan peran tersebut dengan baik, sembari proses pencarian pengganti permanen terus berlangsung.
Reformasi Regulasi untuk Cegah Kontroversi
CAF juga mengumumkan rencana pembaruan regulasi guna meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap perangkat pertandingan, termasuk wasit, operator VAR, serta badan disiplin.
Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden di final AFCON 2025 agar tidak terulang di masa depan.
Menunggu Putusan CAS
Kasus final AFCON 2025 saat ini tengah diproses di Court of Arbitration for Sport (CAS). CAF menegaskan akan menghormati dan menjalankan keputusan apa pun yang dihasilkan.
Komitmen Fair Play dan Transparansi
Motsepe menegaskan bahwa CAF berkomitmen menjaga prinsip keadilan bagi seluruh anggota federasi tanpa perlakuan istimewa. Selain itu, profesionalisme wasit dan operator VAR juga menjadi fokus utama dalam reformasi yang sedang berjalan.
Pengunduran diri Veron Mosengo-Omba menjadi babak baru dalam dinamika CAF yang tengah berbenah. Di tengah tekanan dan kontroversi, langkah reformasi diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap sepak bola Afrika. (*)
Editor : Niklaas Andries