RADARBANYUWANGI.ID - Upaya Tottenham Hotspur mencari pelatih baru justru memicu polemik besar di kalangan suporter. Nama Roberto De Zerbi, yang masuk dalam radar manajemen, kini menghadapi penolakan terbuka dari sejumlah kelompok pendukung utama klub.
Situasi ini muncul di tengah kondisi kritis Spurs yang sedang berjuang menghindari degradasi di Premier League.
Performa Terpuruk, Masa Depan Klub Dipertaruhkan
Tottenham saat ini terdampar di posisi ke-17 klasemen, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Sejak ditangani pelatih interim Igor Tudor, performa tim belum menunjukkan perbaikan signifikan, hanya satu kemenangan yang berhasil diraih.
Baca Juga: Rekrutmen CASN 2026 Masih Ditahan, Pemerintah Tunggu Penetapan Sektor Prioritas
Situasi semakin rumit setelah Tudor mengambil cuti akibat masalah pribadi, sehingga manajemen mulai aktif mencari sosok baru untuk memimpin misi penyelamatan tim.
Kampanye “Tolak De Zerbi” Menguat
Alih-alih mendapat sambutan positif, rencana mendatangkan De Zerbi justru ditolak keras. Tiga kelompok suporter besar, Women of the Lane, Proud Lilywhites, dan Spurs Reach, bahkan meluncurkan kampanye bertajuk “No to Roberto De Zerbi”.
Baca Juga: Iran Mobilisasi 1 Juta Pejuang, Siap Hadapi Invasi AS di Pulau Kharg dan Tutup Selat Hormuz
Penolakan ini dipicu oleh pernyataan De Zerbi saat masih melatih Olympique de Marseille, ketika ia membela Mason Greenwood.
Komentarnya yang menyebut Greenwood sebagai “orang baik” dan telah “membayar harga mahal” dinilai sebagian pihak meremehkan isu kekerasan terhadap perempuan.
Benturan Nilai: Prestasi vs Prinsip
Bagi para suporter, pelatih bukan sekadar sosok teknis di lapangan, tetapi juga representasi nilai klub. Mereka menilai penunjukan De Zerbi berpotensi membawa risiko budaya yang tidak sejalan dengan prinsip inklusivitas dan rasa hormat yang dijunjung komunitas Spurs.
Di sisi lain, De Zerbi dikenal sebagai pelatih berkualitas dengan pengalaman di Brighton & Hove Albion serta rekam jejak taktik yang mumpuni.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Naik 29 Maret 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Namun, kontroversi di luar lapangan membuatnya menjadi figur yang sangat memecah opini.
Dilema Manajemen Tottenham
Manajemen kini berada di persimpangan sulit: memilih pelatih dengan kualitas teknis tinggi atau menjaga konsistensi nilai klub yang selama ini dijunjung tinggi oleh para pendukung.
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Makin Memanas, Ribuan Tewas dan Dampak Global Meluas
Dengan jadwal berat di depan, termasuk laga krusial melawan Chelsea dan Aston Villa, keputusan ini akan sangat menentukan arah musim Tottenham.
Kisruh penolakan terhadap Roberto De Zerbi menegaskan bahwa sepak bola modern bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga soal nilai dan identitas klub.
Kini, publik menanti apakah Tottenham akan tetap melanjutkan pendekatan pragmatis demi bertahan di liga, atau justru mendengarkan suara suporter demi menjaga integritas klub. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi