Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan pertandingan yang semakin fair dan transparan.
Selama ini VAR baru digunakan kompetisi Liga 1. Maka mulai musim depan, Liga 2 juga akan menggunakannya. Smua pertandingan akan memakai teknologi yang sama.
Keputusan ini menjadikan Liga 2 lebih setara secara standar dengan Liga 1 yang sudah lebih dulu mengadopsi VAR sejak awal musim 2024/25.
Ferry Paulus, Direktur Utama PT LIB menyebutkan semua proses teknis tengah dipersiapkan secara matang.
Mulai dari pendidikan wasit, pelatihan penggunaan VAR, hingga pengadaan alat simulator tengah berlangsung.
"Pakai VAR full, confirm. Ya ini sudah, wasitnya sudah dilakukan oleh Komite Wasit dalam proses seleksi," ujar Ferry.
"Kemudian pengayaan, pendidikan, dan sebagainya. Kemudian VAR-nya juga sudah on the way. Simulator untuk latihan dan sebagainya sudah datang," imbuh dia.
Meski begitu, Liga 2 sejatinya sudah sempat mencicipi VAR. Tepatnya saat pertandingan perebutan tempat ketiga antara Persijap Jepara vs PSPS Pekanbaru.
Termasuk partai final yang mempertemukan PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara FC.
Namun, penggunaan VAR saat itu hanya bersifat parsial dan belum menyeluruh ke semua pertandingan.
Tantangannya kini belum semua klub Liga 2 memiliki stadion yang mendukung instalasi VAR secara permanen.
Dari 20 peserta Liga 2 musim depan, masih ada tiga klub yang belum memiliki stadion representatif untuk menyambut teknologi baru ini.
"Hanya, tinggal tiga klub saja yang masih, ini masih hangat lah. Yang belum punya betul-betul stadion itu cuma tiga klub yang di Liga 2," terang Ferry.
Pembaruan tersebut juga diiringi penyederhanaan format kompetisi. Liga 2 2025/26 akan digelar dengan skema dua wilayah. Dimana setiap wilayah berisi 10 klub.
Artinya, jumlah peserta sedikit lebih ramping dibanding musim sebelumnya. Tujuannya tak lain untuk menjaga kualitas laga dan efisiensi logistik penggunaan VAR.
Keputusan penggunaan VAR ini pun menuai respon dari nitizen tanah air. Mereka ramai memberikan tanggapan seputar rencana tersebut.
Ada yang bercanda sampai serius. Tetapi ada juga yang menyambut dengan optimis.
"VAR masuk Liga 2? Siap-siap lihat pelatih minta review tiap 5 menit kayak di futsal RT!"
VAR boleh masuk Liga 2, tapi tolong juga masukin VAR ke hati mantan, biar kelihatan siapa yang salah duluan."
"Stadion belum ada, VAR udah masuk duluan. Ini ibarat beli TV tapi belum punya colokan."
"VAR di Liga 2 bagus sih, tapi jangan sampai VAR-nya juga bingung lihat pemain pura-pura jatuh.
Dengan segala dinamika dan tantangan, kehadiran VAR di Liga 2 tetap menjadi langkah maju.
Teknologi ini diharapkan tak cuma membuat pertandingan lebih adil, tapi juga menaikkan pamor Liga 2 agar tak lagi dipandang sebelah mata.(*)
Editor : Niklaas Andries