Rombongan wisatawan tersebut baru saja turun dari Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen. Mereka berasal dari Desa Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Sembilan penumpang mobil Innova warna hitam bernopol DK 1395 OE itu terdiri dari tiga pria, empat wanita, dan dua anak-anak.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden maut tersebut. Seluruh penumpang hanya mengalami luka ringan. Nurhadi Yuwono, 38, salah seorang penumpang menceritakan, rombongan termasuk sopir ikut mendaki Ijen. Pukul 08.00, mereka turun dari Ijen.
Saat kejadian berlangsung Nurhadi duduk di bangku belakang tengah. Dia sedang berbincang santai dengan istri dan kedua anaknya. Tiba-tiba mobil terasa menabrak sesuatu dan sedetik kemudian meluncur ke dalam jurang.
”Saya tidak tahu awalnya bagaimana. Waktu mobil berjalan, tiba-tiba seperti menyenggol sesuatu, terus berguling. Saya langsung memeluk dua anak saya,” kata Nurhadi.
Semua penumpang di dalam mobil selamat. Begitu jatuh, Nurhadi dan semua penumpang berusaha keluar dari kendaraan yang sudah mencapai bibir sungai. Tak lama kemudian, satu per satu warga bersama anggota polisi dan TNI datang membantu evakuasi sembilan penumpang.
Untuk bisa naik ke pinggir jalan, mereka harus ditarik dengan uluran tangan karena kondisi jurang yang curam dan tanah yang cukup gembur. Sembilan penumpang nahas tersebut kemudian diangkut mobil polisi dan dibawa ke Puskesmas Paspan untuk mendapat perawatan.
Dari sembilan penumpang, hanya satu orang yang mengalami cedera cukup parah karena dislokasi tulang pundak. Sedangkan sopir Innova, Guntur Saputra, 30, mengalami luka di bagian kaki. ”Tidak ada yang parah, semuanya selamat. Hanya lecet-lecet,” kata Nurhadi.
Setelah satu jam menunggu di Puskesmas Paspan, keluarga korban berdatangan. Sebagian langsung dibawa mobil keluarga untuk dirujuk ke RSUD Blambangan. Nurhadi mengatakan, keluarga besarnya, termasuk orang tuanya, tinggal di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. ”Dari Bali kami menghadiri acara pernikahan saudara di Srono. Selanjutnya kami main ke Ijen,” beber Nurhadi.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Bripka Sugiyono mengatakan, kemungkinan sopir mobil mengantuk saat mengemudi dan kurang memahami medan. Ketika melewati jalur tersebut, sopir tidak bisa menguasai kendaraan dengan baik. ”Sepertinya jalanan sepi, tidak ada saksi mata langsung yang melihat kejadian,” kata Sugiyono.
Pukul 10.00, mobil derek yang didatangkan Satlantas Polresta Banyuwangi tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi mobil nahas tersebut. Di jalur tersebut sempat diberlakukan sistem buka-tutup untuk memperlancar proses evakuasi. Setelah beberapa kali mengalami kesulitan akibat crane menyentuh kabel listrik, mobil Innova akhirnya berhasil dievakuasi ke atas. ”Alhamdulillah, meskipun sampai sore hari, mobil bisa kita angkat,” ujar Kanit Gakkum Polresta Banyuwangi Ipda Wahid Hasyim. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud