RADARBANYUWANGI.ID – Sumber mata air di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, makin ramai.
Tak hanya saat bulan puasa, mata air yang dikenal dengan sebutan Sumber Penawar yang lokasinya berdekatan dengan PT Inka Ketapang itu selalu dipadati pengunjung.
Warga berdatangan dari berbagai daerah. Mulai dari warga di sekitar Sumber Penawar hingga dari luar Banyuwangi.
Dengan meminum air Penawar, warga meyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Air tersebut memancar dari sumber di sebuah perbukitan dan tidak pernah berhenti selama bertahun-tahun.
Mata air yang mengalir tersebut berdekatan dengan Masjid Baitul Muttaqin. Sejak pagi hingga malam, warga berdatangan mengambil air atau sekadar berendam mencari kesegaran.
Air Penawar menjelma menjadi tempat yang tak hanya menarik perhatian warga lokal, namun juga pengunjung dari berbagai daerah.
Para pengunjung mengaku merasakan berbagai manfaat dari air tersebut, mulai dari menyegarkan tubuh hingga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Beberapa orang datang jauh-jauh untuk membawa Air Penawar ke rumah mereka.
Seperti yang dilakukan Purnomo, pria berusia 75 tahun asal Kecamatan Rogojampi.
”Beberapa tahun yang lalu saya sempat menderita penyakit gatal-gatal yang tak kunjung sembuh. Setelah berendam dan meminum air Penawar ini, Alhamdulillah, saya sudah sembuh. Sekarang saya rutin datang ke sini untuk mengambil air,” ungkap Purnomo.
Tidak hanya Purnomo, warga lainnya juga merasa mendapat manfaat dari Air Penawar. Herman, warga Singoturunan, bahkan datang menggunakan mobil pikap untuk mengangkut 8 galon air.
Herman mengungkapkan, air Penawar terasa lebih jernih dan segar dibandingkan air biasa.
”Air ini berbeda, lebih segar dan jernih. Kalau didiamkan dalam waktu lama, bahkan sampai 3 bulan, airnya tidak berlumut,” ujar Herman.
Juru kunci sekaligus marbot Masjid Baitul Muttaqin, Mustofa, menjelaskan, meskipun sumber air ini telah dikenal lama oleh warga setempat, akhir-akhir ini pengunjung semakin ramai.
Mereka yang datang tidak hanya dari Banyuwangi, tetapi juga dari daerah lain seperti Jember hingga Bali. Banyak orang yang datang untuk membuktikan khasiat dari air Penawar yang sudah terkenal akan manfaatnya.
”Sumber air ini memang sudah dikenal memiliki banyak manfaat. Beberapa orang bahkan menganggapnya sebagai tempat sakral. Untuk itu, kami dan pengelola masjid memutuskan untuk memasang spanduk yang melarang orang membakar dupa di sekitar sumber air,” kata Pak Mus, panggilan akrabnya.
Keberadaan air Penawar juga berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Warung-warung di sekitar area masjid, seperti warung es dawet milik Mira, semakin ramai dikunjungi warga yang mengambil air.
”Alhamdulillah, rezeki saya semakin lancar berkat para pengunjung Penawar yang terus ramai. Banyak yang mampir ke warung setelah mengambil air,” ungkap Mira.
Sumber Penawar di Ketapang memang telah menjadi tempat yang penuh berkah, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
Kepercayaan masyarakat terhadap khasiat air tersebut membuat tempat ini semakin ramai dikunjungi warga. Mereka ingin merasakan manfaatnya serta menjadikan sebagai salah satu daya tarik wisata lokal. (cw6/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin