RADARBANYUWANGI.ID – Semangat kebersamaan umat lintas agama yang menjadi kekuatan utama terus bersemi.
Salah satunya tercermin dari peringatan Hari Raya Kuningan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Ribuan umat Hindu larut dalam suasana khidmat saat memperingati Hari Raya Kuningan di Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Sabtu (3/5) lalu.
Denting gamelan dan wangi dupa yang membubung mengiringi untaian doa dan sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Di tengah aura spiritual itu, terpancar pula semangat kebersamaan lintas agama. Wakil Bupati (Wabup) Mujiono turut hadir dalam perayaan suci tersebut.
Dalam balutan suasana religius, dia menyampaikan pesan penuh haru tentang pentingnya kebersamaan membangun daerah.
”Banyuwangi adalah rumah kita bersama. Terima kasih kepada umat Hindu yang selalu hadir, tidak hanya dalam ritus keagamaan, tetapi juga dalam gotong royong membangun daerah ini,” ujarnya.
Hari Raya Kuningan yang diperingati sepuluh hari setelah Galungan diyakini sebagai hari kembalinya para leluhur ke alam asal.
Pada momen ini, umat Hindu memohon perlindungan, keselamatan, dan kemakmuran. Namun lebih dari itu, perayaan ini menjadi simbol kuat harmoni sosial, di mana perbedaan menjadi kekayaan dan toleransi tumbuh subur di setiap sendi kehidupan.
Mujiono menegaskan bahwa nilai keguyuban dan kedamaian adalah anugerah yang harus terus dirawat.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen Galungan dan Kuningan sebagai titik temu yang mempererat persaudaraan lintas umat.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Sardiyanto mengajak umat Hindu menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri atau mulat sarira.
Perayaan Kuningan di Pura Agung Blambangan tak hanya menjadi wujud pengabdian spiritual, namun juga gambaran nyata bagaimana keragaman di Banyuwangi terjalin dalam satu tarikan napas kebersamaan. (cw4/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin