Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kades Plampangrejo Banyuwangi Yudi Wiyono Akhirnya Mundur, Warga Tetap Tuntut Kejelasan Dana Desa

Zamrozi Wahyu • Selasa, 29 April 2025 | 13:52 WIB
Kades Yudi Wiyono menyerahkan pakaian dinasnya kepada ketua BPD Plampangrejo Agus Sakiyar, Senin (28/4).
Kades Yudi Wiyono menyerahkan pakaian dinasnya kepada ketua BPD Plampangrejo Agus Sakiyar, Senin (28/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Puluhan warga Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kembali mendatangi kantor desanya, Senin (28/4).

Mereka menanyakan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2024 yang banyak tidak cair.

Selain itu, warga juga mempertanyakan 29 tuntutan berkaitan anggaran desa yang tidak jelas peruntukannya sebesar Rp 633.652.300.

Aksi warga dimulai pukul 09.00. Puluhan warga datang ke kantor desa dengan jalan kaki dan naik sepeda motor. Kedatangan warga  dihadang oleh aparat keamanan dari kepolisian dan TNI di pintu gerbang.

“Turunkan Yudi, Pemdes (pemerintah desa) tidak kondusif,” teriak sejumlah warga sambil memukuli pintu gerbang di kantor desa.

Salah satu petugas dari kepolisian meminta perwakilan dari warga untuk masuk. Sekitar 15 orang akhirnya ditemui oleh Kepala Desa (Kades) Plampangrejo, Yudi Wiyono didampingi ketua BPD Agus Sakiyar, Plt Camat Cluring Tri Wahyu Angembani, dan Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana.

“Kami menanyakan keuangan desa 2024 yang tidak jelas realisasinya,” cetus koordinator warga, Ponirin.

Dalam tuntutannya, Ponirin asal Dusun Ringinpitu, Desa Plampangrejo menyampaikan 29 tuntutan yang berkaitan anggaran desa di APBDes dan pengalokasian DD/ADD.

Selama pembacaan tuntutan, suara warga dari luar pintu gerbang semakin kencang. Mereka terus menuntut Kades Yudi mundur dari jabatannya.

Tidak sedikit dari mereka, yang mengumpat. “Yudi mundur,” teriak warga dengan suara keras.

Suasana semakin panas saat Kades Yudi diminta menanggapi sejumlah tuntutan yang disampaikan Ponirin. Tapi, Yudi menolak dan malah melampar ke bawahannya seperti kepala seksi pemerintahan, dan bendahara.

“Semua keputusan dari atasan,” cetus bendahara Desa Plampangrejo, Dicky.

Jawaban Dicky ini membuat warga semakin marah. Mereka menuntut Kades Yudi untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

“Ayo mundur, dana sudah terlalu banyak yang tidak jelas hilangnya, pemerintahan ini kental penyelewengan,” teriak warga saling bersahutan.  

Teriakan warga semakin menguat, sejumlah warga yuang diluar pagar berupaya masuk, tapi dihalang-halangi oleh petugas.

Karena suasana semakin panas, maka pertemuan diskors. “Jangan mundur dulu, imbasnya banyak, prosesnya panjang,” cetus Plt Camat Cluring, Tri Wahyu pada warga.

Warga bergeming, saran dari Plt Camat Cluring tidak ditanggapi dan terus menuntut Kades Yudi untuk mundur dari jabatannya.

Suara warga bersahutan hingga membuat suasana kembali memanas. Melihat warganya seperti sudah tidak bisa dikendalikan, Yudi Wiyono akhirnya memilih mengundurkan diri dan membuat surat pernyataan yang bermaterai.

“Dengan ini saya nama Yudi Wiyono jabatan Kepala Desa Plampangrejo menyatakan siap mengundurkan diri terhitung mulai tanggal  28 April 2025 pukul 13.00,”  kata Yudi dihadapan warga.

Usai membuat surat pernyataan mengundurkan diri, Yudi mencopot pakaian dinas. Selanjutnya, surat pernyataan dan pakaian dinasnya diserahkan pada ketua BPD Plampangrejo, Agus Sakiyar.

Dalam aksi itu, ada 29 poin yang disampaikan warga kepada pemerintah desa. Semuanya mempertanyakan kejelasan atas dugaan tidak realisasinya program dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Plampangrejo 2024.

“Ini sarana kami selaku warga meminta pertanggungjawaban atas dugaan tidak terealisasinya 29 poin pada APBDes tahun anggaran 2024,” ujar Ponirin.

Diantara 29 poin dalam tuntutannya, jelas dia, tidak disalurkannya BLT DD/ADD kepada 35 keluarga penerima manfaat, tidak dibayarkannya tunjangan pada sejumlah perangkat desa dan BPD, hingga tidak dibayarkannya pajak kendaraan kendaraan operasional desa.

“Dana APBDes tahun 2024 kata kepala desa sudah habis, padahal kegiatannya tidak direalisasikan sama sekali,” ungkapnya.

Ponirin menyebut dari total 29 poin itu dalam anggaran APBDes 2024 sebanyak Rp 857.752.300. Dari total jumlah itu, hanya Rp 224.100.000  yang terealisasi.

“Sisanya Rp 633.652.300 diduga tidak terealisasi. Makanya kami menanyakan kejelasannya. Saat meminta kejelasan jawabanya tak memuaskan dan terkesan dipingpong,” cetusnya.

Melihat jawaban yang kurang memuaskan, kata Ponirin, masyarakat menginginkan Kades Yudi Wiyono untuk segera mundur.

“Jawabannya mbulet dan tidak ada titik terang, terkesan saling lempar, maka kami  menuntut kepala desa mundur,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Surat pernyataan pengunduran Kades Yudi Wiyono diserahkan kepada Ketua BPD Plampangrejo Agus Sakiyar yang mendampingi sejak pagi.

“Kades memang sudah mundur, tetapi secara administasi tetap menjabat karena butuh proses,” kata Plt Camat Cluring, Tri Wahyu Anggebani. (cw3/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#mengundurkan diri #Kades Mundur #Kepala Desa #Plampangrejo #cluring #Didemo Warga #Dana Desa #banyuwangi