Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usai Ubah Sengkan Mayit jadi Sengkan Selamet, Dishub Banyuwangi Lakukan Ini di Jalur Tengkorak Ijen

Bagus Rio Rohman • Rabu, 16 April 2025 | 10:30 WIB
SURVEI: Plt Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja (tengah) bersama anggotanya meninjau situasi di tikungan Sengkan Selamet, Senin (14/4).
SURVEI: Plt Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja (tengah) bersama anggotanya meninjau situasi di tikungan Sengkan Selamet, Senin (14/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Tikungan maut Sengkan Mayit yang berubah nama menjadi Sengkan Selamet akan kembali dievaluasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi.

Jalur menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen tersebut akan dipasangi jaring pengaman untuk menghindari insiden kecelakaan.

Pemasangan jaring pengaman menyusul adanya insiden kecelakaan pada Senin (7/4) lalu.

Kala itu seorang pelajar putri mengalami kecelakaan tunggal hingga meninggal. Korban adalah seorang siswi yang berasal dari Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Kecelakaan terjadi di area tikungan Sengkan Selamet, jalur yang dikenal memiliki karakteristik turunan curam dan sejumlah tikungan tajam.

Insiden kecelakaan tunggal tersebut menjadi perhatian serius Dishub Banyuwangi. Senin (14/4) Dishub langsung melakukan survei keamanan jalur.

Dari hasil survei akan ditindaklanjuti dengan memasang jaring pengaman di turunan Sengkan Selamet yang dikenal sebagai jalur tengkorak tersebut.

”Pemasangan jaring pengaman akan dilakukan di titik tersebut. Ada dua jaring yang kami pasang, yaitu berukuran 3 x 8 meter dan 4 x 8 meter,” ujar Plt Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja saat dikonfirmasi Selasa (15/4).

Jaring yang dipasang melebar tersebut di bawahnya diberi sekam. Saat pengendara motor tidak mampu mengendalikan kendaraannya dan terlempar, dapat ditangkap jaring tersebut dan jatuh di atas sekam.

Harapannya, fatalitas kecelakaan bisa diminimalisasi. ”Bulan ini akan kita pasang jaring sembari menata ban-ban di lokasi untuk meredam benturan saat insiden kecelakaan terjadi,” terang Komang.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU-CKPP) akan membangun kolam pasir sebagai jalur evakuasi.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Ijen.  

”Kendaraan yang turun dari TWA Kawah Ijen dalam kondisi darurat bisa berhenti di kolam tersebut. Secara teknis akan kami survei kembali, bagaimana teknik membangun supaya kendaraan tidak turun mendadak,” jelas Komang.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Banyuwangi akan berkoordinasi dengan Perhutani agar jalur evakuasi dapat dibangun dengan baik.

Komang mengimbau kepada wisatawan atau pengguna jalan untuk tidak mematikan kendaraan saat melintasi jalan menurun.

Biasanya, imbuh Komang, orang memilih mematikan mesin saat melaju di jalur menurun agar dapat menghemat BBM. Namun, hal itu justru dapat membahayakan pengendara.

”Cara seperti ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi menimbulkan kecelakaan yang fatal,” tandasnya. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#tikungan tajam #jalur tengkorak #rawan kecelakaan #Tanjakan #banyuwangi #Sengkan mayit #ijen