RADARBANYUWANGI.ID – Pantai Seranit di wilayah Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, menelan korban jiwa.
Satu bocah perempuan berusia 10 tahun meninggal usai diseret ombak.
Korban adalah Alfia Firda Husnul Khotimah yang merupakan warga Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (3/4) pukul 17.15. Dalam insiden tersebut, korban terseret ombak bersama adiknya, yakni Muhamad Dito Dwi Sanjaya yang masih berusia delapan tahun. Namun, Dito berhasil diselamatkan warga sekitar.
Berdasar informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), kedua bocah itu terseret ombak saat bermain pasir di bibir pantai.
Sedangkan orang tua korban berada cukup jauh dari keduanya. Orang tua korban tidak menyadari anaknya terseret ombak.
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi saat dikonfirmasi Jumat (4/4) membenarkan kejadian tersebut.
Dia mengatakan, insiden itu terjadi Kamis sore. Sesaat sebelum kejadian, kedua korban sedang asyik berlibur dan bermain bersama.
”Kedua korban tersebut merupakan adik-kakak. Satu korban meninggal dan satu berhasil selamat, meski harus menjalani perawatan di RSUD Blambangan,” ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, awalnya korban dan adiknya bermain di bibir pantai. Namun 10 menit kemudian, saat orang tuanya lengah korban sudah berada di tengah laut.
”Keduanya berada di tengah laut terseret arus ombak, seketika itu orang tua koban meminta tolong kepada pengelola dan pengunjung Pantai Seranit yang kemudian berhasil menyelamatkan adik korban,” jelasnya.
Saat itu, lanjut Wahyudi, korban sempat menghilang sehingga dilakukan pencarian oleh warga setempat.
”Sekitar 30 menit pencarian, tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengambang dan sudah tidak sadarkan diri,” ungkpanya.
Setelah diperiksa, ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal.
Orang tua korban yang sempat histeris mengetahui putrinya meninggal dunia lantas meminta jasad sang buah hati untuk dibawa pulang ke rumah duka.
”Orang tua korban kondisinya histeris karena tidak menyangka anaknya akan meninggal tenggelam saat bermain di pantai,” jelasnya.
Wahyudi menambahkan bahwa insiden tersebut harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
Dia mengimbau orang tua agar terus mengawasi anaknya saat bermain di mana pun serta tetap hati-hati saat berlibur di tempat wisata.
”Tetap waspada dan hati-hati di tempat wisata mana pun karena tidak kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi,” imbaunya. (rio/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin