Radarbanyuwangi.id – Jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk resmi ditutup selama 3 hari. Terhitung Jumat (28/3) Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menutup akses penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali.
Dijadwalkan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini akan kembali beroperasi secara normal pada Minggu (30/3) mulai pukul 06.00.
Penutupan pelabuhan ini sebagai bagian penghormatan perayaan Hari Raya Nyepi umat Hidu di Bali.
Penutupan aktivitas penyeberangan di Selat Bali membuat suasana Pelabuhan Ketapang menjadi lengang. Area parkir dalam pelabuhan juga masih tampak kosong.
Hanya beberapa petugas kepolisian yang melakukan giat pengamanan di pos lebaran yang tampak beraktivitas secara normal.
Selain itu puluhan armada kapal ferry juga tampak memenuhi sekitaran perairan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Tidak ada kegiatan berarti yang dilakukan kru dan anak buah kapal. Meski beberapa kru kapal masih tampak berada di dalam kapal yang sandar di pelabuhan.
Beberapa diantara mereka terlihat melakukan perbaikan ringan saat kapal berhenti beroperasi.
“Kapal stop layar karena nyepi. ABK ada yang libur. Tapi sebagian lagi ada yang melakukan perbaikan kecil di kapal saat berhenti operasi seperti saat ini,” ujar Amrul salah satu kru kapal. (*)
Editor : Niklaas Andries