Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mancing Ikan saat Cuaca Ekstrem, Nelayan Asal Gilimanuk Bali Tewas Disambar Petir

Niklaas Andries • Jumat, 28 Maret 2025 | 05:53 WIB
Ilustrasi hujan Petir (Pixabay).
Ilustrasi hujan Petir (Pixabay).

Radarbanyuwangi.id – Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Jawa dan Bali dalam beberapa ini hendaknya membuat masyarakat meningkatkan kewaspdadaan dan berharti-hati.

Bila tidak bisa membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Hal ini setidaknya dialami pasangan suami istri, Suprianto dan Rere Astuti, asal Kelurahan Gilimanuk, Jembrana Bali.

Asyik memancing ikan di sekitaran Monumen Lintas Laut Jawa-Bali, Suprianto harus menerima kenyataan pahit. Pria 23 tahun ini tewas usai tersambar petir.

Dia tewas seketika saat berada di atas sampan bersama istrinya, Rere Astuti.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (27/3) sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu cuaca memang tidak bersahabat.

Baca Juga: Pernyataan Klarifikasi Perselingkuhannya dengan Lisa Mariana Sempat Diedit, Nitizen Beri Komentar Begini kepada Ridwan Kamil  

Suprianto dan Rere sedang memancing dengan menggunakan pancing senar gulung di perairan Pantai Monumen Lintas Laut, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Saat memancing tiba-tiba saja petir datang dengan suara menggelegar. Hingga akhirnya sebuah sambaran petir mengenai tubuh Suprianto.

Korban mengalami luka bakar parah dari leher hingga paha. Kejadian itu  membuat korban langsung jatuh dan tak sadarkan diri di atas sampan.

Baca Juga: Tudingan Perselingkuhan dengan Lisa Mariana Mantan Model Majalah Dewasa, Ridwan Kamil Beri Klarifikasi

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Dibantu anggota kepolisian dari Pos Gelungkori, I Putu Kompyang Swardika.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Melaya. Sayangnya nyawanya korban tidak dapat diselamatkan.

Dokter Gusti Ngurah Arya yang memeriksa kondisi Suprianto menyatakan bahwa korban meninggal akibat luka bakar parah yang dideritanya.

Mengetahui suaminya meninggal dunia, Rere Astuti langsung syok berat. Apalagi kejadian tragis itu dialaminya sendiri bersama korban.

Selanjutnya jenazah Suprianto langsung dibawa ke rumah duka di Lingkungan Penginuman untuk dimakamkan.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto membenarkan kejadian tersebut.

Saat hujan gerimis terjadi peristiwa warga disambar petir di belakang Monumen Lintas Laut.

“Korban seorang nelayan, saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka," jelasnya.(*)

 

Editor : Niklaas Andries
#jembrana #petir #jawa-bali #bali #nelayan #gilimanuk #tewas #monumen lintas laut #mancing ikan #Luka Bakar #cuaca ekstrem #Kapolres Jembrana #jenazah #suami istri