RADAR BANYUWANGI – Angin kencang disertai hujan deras menerjang sebagian wilayah di Banyuwangi, Rabu (19/3).
Angin dengan kecepatan 25 knot tersebut terjadi pukul 13.50. Dampak dari angin kencang tersebut, sejumlah pohon ambruk melintang di jalan. Tiga rumah ambruk, tower dan rumah makan runtuh.
Berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Banyuwangi, ada 12 pohon tumbang dan mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak. Kabel listrik tertimpa pohon, jaringan listrik pun putus.
Di Sempu, truk tangki pengangkut air tertimpa pohon. Sedangkan di parkiran kampus Poliwangi, dua sepeda motor ringsek akibat tergencet pohon. Sementara di Rogojampi, tower pemancar ambruk menimpa rumah.
Bukan hanya pohon tumbang, sejumlah rumah warga di Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, ambruk hingga rata dengan tanah.
Tumbangnya sejumlah pohon di Banyuwangi tersebut membuat tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) turun tangan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan PU-CKPP mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan pohon yang melintang di jalan. Petugas berjibaku melakukan proses evakuasi pohon tumbang yang terjadi hampir bersamaan waktunya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait adanya pohon tumbang maupun kerusakan rumah yang diakibatkan oleh angin kencang.
”Sudah banyak laporan yang masuk, namun saat ini masih dalam proses asesmen,” katanya.
Danang mengimbau kepada warga agar tetap tenang dan tidak panik saat terjadi cuaca buruk. BPBD telah melakukan sejumlah antisipasi.
Di antaranya meningkatkan kesigapan, mitigasi, hingga menyebarkan peringatan dini kepada masyarakat.
”Kami selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai tingkat kecamatan hingga desa, TNI-Polri, dan masyarakat,” ungkapnya.
Danang menambahkan, BPBD terus siaga mengantisipasi segala bentuk bencana alam yang terjadi, khususnya saat momen Hari Raya Idul Fitri.
”Kami sudah menyiapkan personel untuk mengatasi bencana jika sewaktu-waktu terjadi seperti saat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, angin kencang juga merobohkan Warung Seblang yang berloaksi di Dusun Padang Kidul, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.
Warung milik Fauzi, 51, asal Dusun Cantuk Lor, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh itu ambruk sekitar pukul 13.30.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat angin kencang melanda, aula yang kerap dipakai untuk pertemuan tersebut kebetulan sedang kosong.
Akibat kejadian itu, pemilik Warung Seblang mengalami kerugian material sekitar Rp 300 juta.
”Anginnya sangat kencang, bangunan tidak kuat menahan dan ambruk,” kata Kapolsek Singojuruh AKP Arif Wahyudi.
Sejumlah pegawai dan warga langsung membersihkan puing-puing bangunan warung tersebut. Anggota Polsek datang setelah mendapat laporan dari warga.
”Anggota polsek bersama BPBD dan masyarakat datang untuk mengevakuasi bangunan yang ambruk itu,” terang Arif.
Selain aula yang ambruk, juga ada pohon trembesi yang tumbang di jalan Dusun Gayam Kidul, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.
Pohon tersebut tumbang melintang di jalan serta mengenai tiang listrik dan kabel wifi.
”Anggota bersama masyarakat gotong royong mengevakuasi pohon yang ambruk,” pungkas Arif. (rio/cw3/abi/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin