RADAR BANYUWANGI - Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk memeriksa kondisi kendaraan dan kesehatan fisik sebelum bepergian.
Hal ini penting dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama musim mudik Lebaran tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja mengatakan, pada musim mudik ada beberapa hambatan yang kerap terjadi.
Seperti kendaraan yang mogok di tengah jalan dan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di tengah perjalanan. "Karena itu kami minta masyarakat melakukan cek kesehatan dan cek kondisi kendaraan sebelum mudik,” ujarnya.
Dia mengatakan, pada saat rapat persiapan angkutan mudik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi saat musim mudik bersamaan dengan pancaroba alias peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Saat itu akan terjadi perubahan cuaca ekstrem secara temporer. Jadi tidak tertutup kemungkinan terjadi hujan lebat dengan tiba-tiba namun dengan durasi waktu pendek.
Selain itu, angin kencang juga bisa terjadi sewaktu-waktu namun dengan durasi pendek.
"Karena itu kita minta pemilik kendaraan melakukan pemeriksaan kendaraan meliputi kondisi mesin, rem, ban, lampu, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Jadi saat digunakan mudik, kondisinya prima," kata Komang.
Komang menyebut, petugas gabungan tetap melakukan pemantauan selama arus mudik berlangsung.
Untuk Tim LLAJ Provinsi Jatim menyediakan mobil derek untuk mengantisipasi kendaraan macet.
Begitu juga dengan PT ASDP Ketapang yang menyediakan kendaraan derek untuk mengantisipasi kendaraan macet di area pelabuhan.
“Yang repot kalau terjadi kendaraan macet di tengah jalan. Kami (Dishub) belum memiliki kendaraan derek. Jadi kalau ada kendaraan macet dipinggirkan dulu," jelasnya.
Baca Juga: Ramadan Penuh Rindu dan Cinta
Kesiapan fisik pemudik juga harus diperhatikan karena beberapa kasus microsleep alias tidur singkat pengemudi terjadi diawali dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Karena itu, cek kesehatan hendaknya dilakukan.
"Dari kami (Dishub) ada tim patroli untuk membantu kondisi di jalan, tapi kondisi kami juga terbatas. Saat ramai arus mudik semua potensi bisa terjadi. Karena itu kita imbau masyarakat menyiapkan diri sebelum mudik," kata Komang.
Sementara itu pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) di beberapa bengkel mobil mulai terjadi peningkatan insensitas warga yang melakukan perbaikan kendaraan.
Rata-rata mereka datang untuk melakukan servis sebelum digunakan untuk bepergian jauh. Termasuk penggantian air radiator, ganti oli, tune up, serta perbaikan kampas rem kendaraan. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin