RADAR BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus menjalin sinergi untuk memperkuat ketahanan pangan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Kali ini, pemkab dan Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Jember bekerja sama mendorong pengembangan sektor yang menjadi program nasional tersebut.
Kolaborasi ini mencakup berbagai program strategis guna meningkatkan produksi dan distribusi komoditas utama seperti cabai, beras, daging ayam ras, telur, dan bawang merah.
Kepala Perwakilan BI Jember Gunawan mengatakan, Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang pertumbuhannya pesat, utamanya di sektor pertanian.
”Dengan kerja sama ini potensi besar tersebut akan terus didorong agar memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap perekonomian daerah dan nasional,” ujarnya dalam forum high level meeting mengenai pengembangan ekonomi Banyuwangi beberapa hari lalu (12/3).
Pada forum yang juga dihadiri Bupati Ipuk Fiestiandani tersebut, Gunawan menuturkan bahwa BI akan mendukung pengembangan ketahanan pangan di Banyuwangi melalui berbagai program.
Di antaranya penyaluran sarana dan prasarana (sarpras) digital farming, bantuan alat pertanian bagi kelompok tani, demplot pupuk organik, serta penguatan digitalisasi dan sistem data pangan.
Selain itu, beberapa program pengembangan UMKM yang bergerak di sektor pangan juga akan dikembangkan.
”Kami akan bantu meningkatkan produksi, kualitas, hingga distribusi hasil pertanian. Sehingga, hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi bahkan daerah lain melalui skema kerja sama antarwilayah,” jelas Gunawan.
BI Jember juga akan mengadakan pelatihan dan kurasi produk bagi UMKM serta program capacity building guna meningkatkan keterampilan dan manajemen usaha para pelaku bisnis lokal di sektor tersebut.
Untuk memastikan stabilitas harga pangan dan meningkatkan daya saing, Bank Indonesia juga akan mengoptimalkan penyelenggaraan pasar murah.
Gunawan juga menyampaikan apresiasinya atas capaian kinerja sektor perekonomian Banyuwangi.
Menurutnya, secara umum kondisi perekonomian Banyuwangi cukup baik. Contohnya, di sektor penyaluran kredit terpantau tumbuh stabil selama 2024 yang dipicu oleh tumbuhnya kredit investasi (KI) maupun kredit konsumsi (KK).
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga terus tumbuh pada semua jenis DPK, seperti giro, tabungan, dan deposito. Inflasi di Banyuwangi juga terpantau melandai dalam dua tahun terakhir.
”Jadi, masyarakat Banyuwangi tabungannya meningkat. Banyak juga pelaku usaha yang mengajukan kredit untuk pengembangan usaha. Ini menunjukkan bahwa perekonomian di Banyuwangi tumbuh,” kata Gunawan.
Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan kerja sama ini seiring dengan program prioritas yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi, yakni peningkatan pertanian untuk ketahanan pangan.
”Kami terus berupaya agar sektor pertanian Banyuwangi terus terjaga dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Terima kasih atas dukungan Bank Indonesia selama ini kepada Banyuwangi,” pungkasnya. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin