Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasca Erupsi, Aktivitas Vulkanik Gunung Raung Masih Terus Naik

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 16 Maret 2025 | 03:25 WIB
MEGAH: Gunung Raung setinggi MDPL dipantau dari Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Kamis (13/3) sore.
MEGAH: Gunung Raung setinggi MDPL dipantau dari Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Kamis (13/3) sore.

RADAR BANYUWANGI - Pasca erupsi dengan muntahan asap tebal setinggi 1.500 meter dari puncak Gunung Raung pada Kamis (13/3) pagi lalu, aktivitas vulkanik di gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (MDPL) ternyata masih terus mengalami kenaikan, Jumat (14/3).

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung periode Kamis (13/3) sampai pukul 00.00, terdapat anomali dari aktivitas gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur ini pasca erupsi.

“Biasanya setelah erupsi aktivitas vulkaniknya turun, kali ini justru ada kenaikan,” kata petugas PPGA Raung, Agung Tri Subekti.

Menurut Agung, gunung dengan daya tarik pada kalderanya itu, mengalami kenaikan jumlah hembusan sampai 393, amplitudo 22 mm dengan durasi 23 sampai 88 detik pasca erupsi.

Padahal, rata-rata hariannya hanya sekitar dua hembusan saja setiap harinya. “Itu catatan setelah terjadi erupsi dipantau sampai Kamis malam,” terangnya.

Dari pengamatannya, jelas dia, Gunung Raung tercatat lima kali mengalami tektonik jauh dengan amplitudo tiga sampai 32 mm dan durasi 57 sampai 136 detik.

“Microtremor tercatat di angka 0.5 sampai enam millimeter,” paparnya.
Sementara itu, setelah sempat tertutup awan pasca erupsi, visual gunung api itu sudah bisa terlihat dengan jelas.

“Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang terlihat sekitar 50-300 meter dari puncak,” katanya.

Terkait anomali itu, Agung mengaku masih belum bisa menyimpulkan. Kondisi itu, harus terus diamati dan dilaporkan tiap 24 jam.

“Itu menandakan ada kenaikan aktivitas gunung. Untuk kondisi ke depannya, tentu harus dilihat laporan hariannya dulu. Ini terus kita pantau,” katanya.

Agung mengatakan belum ada kenaikan tingkat status Gunung Raung. Saat ini masih berada pada status waspada atau Level II.

“Rekomendasinya masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius tiga kilometer, juga tidak boleh menuruni kaldera serta bermalam di kawasan kawah,” pungkasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Gunung Raung yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso kembali erupsi, Kamis (13/3) pukul 06.59.

Kabut berwarna gelap membubung setinggi 1.500 meter di atas puncak gunung berapi yang masih aktif itu.

Asap tebal yang menyembur itu dari puncak gunung itu, mengarah ke arah barat dan barat laut. Fenomena itu sempat terlihat sebelum puncak gunung setinggi 3.332 mdpl itu tertutup awan.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum tujuh milimeter,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung Agung Tri Subekti.(sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#Erupsi #gunung raung #vulkanik