RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 11 remaja diamankan oleh tim Patroli Perintis Presisi Polresta Banyuwangi saat hendak menggelar perang sarung di depan Pendapa Bupati, Selasa malam (5/3).
Para remaja tersebut digiring ke Polsek Banyuwangi bersama barang bukti berupa sarung yang siap dipakai untuk ”perang”.
Setelah dilakukan pembinaan, mereka diberikan pemahaman terkait bahaya dari perang sarung.
Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
”Para pelajar ini sudah menyatakan paham dan berjanji untuk tidak melakukan perang sarung selama Ramadan. Setelah membuat surat pernyataan, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Kasat Samapta Polresta Banyuwangi Kompol Basori Alwi.
Belasan remaja yang diamankan antara lain PA, 16; VRP, 16; YD,17; MDA, 17; NF, 16; AK, 16; MF, 17; MA, 16; RAM, 15; dan MRS, 15.
Rencana perang sarung terungkap ketika tim patroli perintis menyisir tempat-tempat yang rawan dipakai untuk perang sarung.
”Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), kami melaksanakan patroli intensif di sejumlah titik rawan pada Rabu (5/3) hingga Kamis (6/3). Patroli menyasar area sekitar pendapa bupati, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Singonegaran, dan kawasan di dekat perkantoran Pemkab Banyuwangi,” ujar Basori.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan dialog dengan masyarakat, memberikan imbauan keamanan, serta menindak aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polresta Banyuwangi.
”Kami terus meningkatkan patroli untuk memastikan situasi tetap kondusif. Para remaja yang diamankan telah didata dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” tandas Basori.
Kapolresta Kombespol Rama Samtama Putra mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Patroli serupa akan terus dilakukan guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga Banyuwangi.
”Mari bersama-sama kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian. Laporkan segera jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar,” imbaunya.
Kepada para orang tua dan masyarakat diimbau untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama saat berkumpul pada malam hari.
”Jika menemukan adanya indikasi aksi tawuran atau perang sarung, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat dicegah sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Rama Samtama. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin