RADAR BANYUWANGI – Beberapa hari menjelang Ramadan, sejumlah makam mulai ramai dikunjungi peziarah.
Ziarah makam atau nyekar sudah menjadi tradisi menjelang bulan suci Ramadan.
Seperti yang terlihat di tempat pemakaman umum (TPU) Taman Surga, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (27/2).
Ratusan orang silih berganti datang ke makam yang penuh tanaman rumput hijau tersebut. Mereka menjalankan tradisi mapag atau berziarah sebelum datangnya bulan Ramadan.
Siswanto, salah seorang peziarah mengaku, setiap tahun dia bersama sanak keluarganya datang ke makam tiga orang keluarganya yang dikebumikan di sana.
”Setiap tahun saya ke sini sebelum Ramadan. Bersama istri, anak, dan cucu,” kata pria berusia 68 tahun itu.
Sejak subuh, Siswanto mengaku sudah datang ke pemakaman untuk berziarah. Dia juga ikut melantunkan khataman Al-Qur’an bersama beberapa peziarah lainnya.
Puncaknya pada sore hari selepas Asar, Siswanto mengaji bersama sebagai bagian puncak kegiatan Ziarah Akbar.
”Kami datang dan ngaji seperti biasa. Sekarang ada panitianya sehingga digelar Ziarah Akbar. Yang punya ahli kubur di sini dikumpulkan bersama,” kata dia.
Wakil Ketua Yayasan Taman Surga Kamuli mengatakan, awalnya ziarah di pemakaman tersebut berlangsung seperti ziarah ”mapag” pada umumnya. Ahli kubur datang dan pergi setelah berdoa.
Namun, sejak empat tahun lalu, Kamuli bersama yayasan menggelar Ziarah Akbar agar warga bisa semakin guyub.
Apalagi, mayoritas yang dimakamkan di TPU Taman Surga adalah warga Kelurahan Tamanbaru.
”Ziarah mapag sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Keluarga yang sudah lama bekerja di luar bisa bertemu di sini,” kata Kamuli.
Acara Ziarah Akbar diawali khataman Al-Qur’an yang dimulai pukul 10.00.
Sore hari dilanjutkan pengajian dengan mengundang kiai yang diikuti seluruh keluarga ahli kubur.
Infak yang dikumpulkan para peziarah selama empat tahun nyaris bisa dipakai untuk membangun musala yang tengah dibangun di dekat pemakaman.
Kamuli berharap, tahun depan musala itu bisa berdiri. Tak hanya bisa digunakan sebagai tempat ibadah, tapi juga digunakan sebagai TPQ dan tempat untuk sekretariat bagi anak yatim yang dikelola oleh yayasan.
”Insya Allah tahun depan musalanya berdiri. Di sini ada 500 lebih makam, setiap tahun sebelum Ramadan selalu ramai seperti ini,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin