Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perairan Banyuwangi Dilanda Angin Kencang, Nelayan Muncar Lempar Jangkar

Redaksi • Sabtu, 8 Februari 2025 | 18:48 WIB
CARI AMAN: Perahu milik nelayan bersandar di sekitar buangan Sungai Stail Dusun Krajan dan Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Jumat (7/2).
CARI AMAN: Perahu milik nelayan bersandar di sekitar buangan Sungai Stail Dusun Krajan dan Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Jumat (7/2).

RadarBanyuwangi.id - Para nelayan yang berada di sekitar buangan Sungai Stail Dusun Krajan dan Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, memilih untuk melempar jangkar.

Penyebabnya, daerah di Selat Bali sedang dilanda angin kencang dan ombak tinggi.

Angin kencang akibat siklon tropis anggrek sejak Rabu (5/2), membuat nelayan tidak ada yang berani melaut. Sambil menunggu cuaca yang baik, mereka memperbaiki jaringnya.

“Saya dua hari ini istirahat,” cetus   Asmuni, 54 salah satu tokoh nelayan Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Jumat (7/2).

Menurut pria paro baya itu, angin kencang di Selat Bali menyebabkan ombak di tengah laut sangat besar, sehingga berbahaya jika nekat untuk melaut.

“Para nelayan milih libur, anginnya kencang dan ombaknya besar,” katanya.

Sebenarnya, masih kata Asmuni, saat ini jika  nelayan mau berlayar, jumlah ikan yang didapat akan lumayan banyak.

“Sebelum angin kencang, para nelayan sekali berlayar mendapatkan uang Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu dari hasil jual ikan,” ujarnya.

Asmuni berharap, angin yang kencang ini bisa segera reda agar para nelayan bisa melaut seperti sebelumnya.

“Kalau faktor alam seperti ini, nelayan hanya bisa pasrah. Semoga setelah cuaca yang tidak baik ini tangkapan ikan meningkat,” harapnya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat yang berjualan di jembatan penghubung Dusun Krajan dengan Dusun Tegalpare Ponijan, 52 mengatakan, jika tidak sedang cuaca buruk, biasanya pukul 14.00 sampai 16.00, di buangan Sungai Stail sudah ramai nelayan yang hendak berangkat.

Berhubung kondisi angin kencang di laut, para nelayan lebih memilih libur dan perahu banyak yang parkir.

“Biasanya pukul 16.00 perahu disini sudah sepi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng, Jumat (7/2) pukul 14.30.(cw3/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#ombak besar #siklon tropis #anggrek #cuaca buruk #cuaca ekstrem #Tidak melaut #angin kencang #Nelayan Muncar