Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Hari Banyuwangi Kehilangan Tokoh Terbaik

Syaifuddin Mahmud • Senin, 13 Januari 2025 | 16:50 WIB
Almarhum Bambang Wahyudi
Almarhum Bambang Wahyudi

RadarBanyuwangi.id - Selama dua hari berturut-turut, Banyuwangi kehilangan tokoh terbaiknya. Pertama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Arief Setiawan yang meninggal pada Kamis (9/1) pukul 02.30. Bapak tiga anak itu meninggal di usia 60 tahun setelah didera penyakit gagal ginjal. 

Selang sehari kemudian menyusul Bambang Wahyudi, mantan pejabat penting di jajaran Pemkab Banyuwangi. Bambang meninggal di RSUD Blambangan pada Jumat (10/1) pukul 10.35 setelah menderita penyakit yang cukup lama. Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Penataban, Giri.

Meninggalnya Bambang cukup mengejutkan kolega-koleganya di Pemkab Banyuwangi. Mereka terkejut lantaran sepekan sebelumnya, istri Bambang Wahyudi, yaitu Woro, lebih dulu meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan di Jalan Surati, Banyuwangi. Genap sepekan sang istri meninggal, Bambang Wahyudi menyusul.  

Berita duka ini langsung tersiar ke masyarakat. Teman-teman almarhum semasa masih berdinas di pemkab berdatangan ke rumah duka di Jalan Kampar, dekat Lapas Banyuwangi.

Sebut saja Wiyono, mantan Asisten Pemkab dan Kepala Bakesbangpol Banyuwangi. Ada juga Abdul Kadir, mantan kepala Dinas Perizinan yang juga mantan Wakil Bupati Banyuwangi.

Keluarga besar Dishub Banyuwangi juga melayat ke rumah duka. Demikian juga dengan Bupati Ipuk Fiestiandani ikut menyatakan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Bambang Wahyudi.

”Semoga amal perbuatan almarhum Pak Bambang Wahyudi selama hidup di dunia diterima Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggal tetap diberi kesabaran,” ujar Bupati Ipuk.

Di mata teman dan kolega, Bambang Wahyudi merupakan pejabat yang low profile. Selain ahli strategi di pemerintahan, almarhum juga aktif di bidang olahraga. Dia dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi periode 2013–2017.

Saat memimpin KONI, Bambang juga dipercaya sebagai Pengawas PDAM Banyuwangi (sekarang PUDAM).

Pengalamannya bertugas di pemerintahan cukup matang. Bambang pernah menjabat sebagai kabag umum, kepala dishub, asisten, hingga inspektorat. Di saat tak lagi berstatus ASN, Bambang dipercaya oleh salah satu perusahaan pemecah batu sebagai manajer.

”Pak Bambang orang yang baik. Beliau tidak pernah neko-neko. Jalinan pertemanan cukup mengakar di pemkab dan di luar pemkab. Untuk urusan strategi politik, Pak Bambang ahlinya,” ujar Muhlisin, salah satu teman dekat almarhum Bambang Wahyudi.

Baca Juga: Kakek 72 Tahun Tabrakan dan Meninggal Setelah Menjalani Perawatan di RSUD Genteng

Ungkapan senada disampaikan Abdul Kadir, mantan Wakil Bupati Banyuwangi yang berpasangan dengan Bupati Samsul Hadi.

Kadir menilai Bambang Wahyudi adalah sosok ASN yang mengawali karir dari bawah. Meski sudah purnatugas, ide dan gagasannya kerap dipakai oleh para pengambil kebijakan di Pemkab Banyuwangi.

”Kami merasa kehilangan dengan kepergian Pak Bambang. Kami berteman cukup lama ketika sama-sama berdinas di pemkab. Insya Allah Pak Bambang meninggal husnul khatimah,” kata Kadir.

Danu Budianto, teman dekat Bambang, merasa kehilangan dengan kepergian sosok pejabat yang low profile tersebut.

Saking dekatnya pertemanan, Danu ikut membantu menyiapkan acara doa di rumah duka. Danu sekaligus ikut membantu proses pemakaman sampai tuntas.

”Selamat tinggal Pak Bambang. Semoga mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” kata pengurus PAN Banyuwangi itu. (aif/c1)

 

 

Editor : Ali Sodiqin
#koni banyuwangi #gagal ginjal #bambang #Wahyudi #pemkab banyuwangi #obituari #meninggal dunia