Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sempat Ditabrak Mobil, Patung Dayun Simpang Tiga Cluring Bangkit Lagi

Redaksi • Sabtu, 4 Januari 2025 | 17:40 WIB
Patung Dayun Minak Jinggo yang sempat tumbang akibat ditabrak mobil Toyota Avanza sudah dibagun kembali di jalan simpang tiga Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring, Jumat
Patung Dayun Minak Jinggo yang sempat tumbang akibat ditabrak mobil Toyota Avanza sudah dibagun kembali di jalan simpang tiga Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring, Jumat

RADAR GENTENG – Patung Dayun, salah satu ikon pasangan patung Minak Jinggo di jalan simpang tiga Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring, sudah bangkit lagi, Kamis (2/1).

Patung itu pada Minggu (29/12/2024) ambruk setelah ditabrak mobil Toyota Avanza yang disopiri I Gusti Agung Abdurrahman, 57, warga Dusun Krajan, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

Patung Dayun berbentuk setengah bungkuk dengan tangan jempol itu, telah kembali ke asalnya. Untuk pembangunan ini, memakan waktu tiga hari. “Mulai Selasa (31/12/2024) hingga Kamis (2/1),tinggal finishing saja,” kata Kepala Desa Cluring, Sunarto Eka Siswoyo.

Lamanya pengembalian patung itu, terang dia, karena sangat berat. Warga yang tinggal di dekat lokasi Patung Dayun dan Pemerintah Desa (Pemdes) Cluring gotong royong mengembalikan patung tersebut ke tempat asalnya.

“Karena tak ingin ambil risiko dan berat patung yang lumayan, kita menggunakan bantuan alat derek,” ujarnya.

Selain menjadi ikon khas Kecamatan Cluring, patung itu mempunyai manfaat sebagai penunjuk jalan. Sebab, sebelumnya banyak kendaraan besar seperti bus dan trailer yang datang dari arah timur salah arah.

“Lokasi itu simpang tiga dan tikungan tajam, banyak yang kebablasan,” ungkapnya.

Sunarto menyampaikan biaya pembenahan ini akan dianggarkan dari dana desa, dan itu akan dimasukkan dalam rencana kerja tahun 2025 Desa Cluring.

Untuk tenaga kerja, murni dikerjakan secara swadaya pemuda dan masyarakat Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring. “Sepenuhnya akan kami anggarkan dari APBDes tahun 2025,” katanya.

Meski tertabrak mobil Toyota Avanza hingga ambruk di pinggir jalan, jelas dia, bentuk Patung Dayun masih utuh. Akibat ditabrak dengan mobil dengan kecepatan sedang itu, beton pinggir patung hancur berantakan ke pinggir jalan.

“Sudah dicor, pijakan dua patung itu sudah kembali ke bentuk asal,” cetusnya.

Salah satu warga, Devi Nurhidayatul Maghfirroh, 23, asal Dusun Sumberjeruk, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, yang hamper setiap hari melintasi jalan simpang tiga itu mengaku senang dengan dikembalikan lagi Patung Dayun.

“Patung itu bisa dijadikan penunjuk jalan, sebagai tanda menuju ke arah Desa Tamanagung, dan jalur alternatif menuju Kecamatan Genteng,” tuturnya. (cw2/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#ditabrak mobil #simpang tiga #patung #cluring #minak jinggo