Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Insiden Laka Lantas di Banyuwangi Renggut 188 Nyawa Selama Setahun

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 4 Januari 2025 | 17:17 WIB
RENGGUT ENAM NYAWA: Kecelakaan paling tragis sepanjang tahun 20204 terjadi di jalan raya Desa Bangsring, Wongsorejo pada 23 September 2024.
RENGGUT ENAM NYAWA: Kecelakaan paling tragis sepanjang tahun 20204 terjadi di jalan raya Desa Bangsring, Wongsorejo pada 23 September 2024.

RadarBanyuwangi.id – Sepanjang tahun 2024, Banyuwangi diwarnai berbagai ragam kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Insiden laka lantas ini merenggut 188 nyawa manusia di jalan. Meski demikian, dibanding tahun 2023, angka laka lantas 2024 menurun drastis.  

Berdasarkan data dari Satlantas Polresta Banyuwangi, tercatat ada 812 kasus insiden kecelakaan di tahun 2024. Sedangkan di tahun 2023, tercatat ada 1.132 kasus.

Meski dalam jumlah kasus mengalami penurunan, jumlah korban jiwa mengalami peningkatan.

Pada tahun 2024, tercatat 188 orang meninggal dunia akibat kecelakaan. Sedangkan di tahun 2023, tercatat 168 nyawa yang melayang di jalan.

Peningkatan juga terjadi pada kerugian material. Pada tahun 2024 kerugian material tercatat Rp 1.782.700.000, sedangkan di tahun 2023 sebesar Rp 1.628.500.000.

”Untuk jumlah kasus kecelakaan mengalami penurunan, tetapi untuk korban meninggal dan kerugian material terbilang naik,” ujar Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Agung Fitransyah.

Agung mengatakan, menurunnya kasus kecelakaan menunjukkan bahwa kegiatan atau program yang dijalankan oleh anggota Satlantas berhasil.

”Tentu ini sebagai bukti keberhasilan dalam menjalankan operasi yang dilaksanakan oleh anggota di lapangan. Jumlah kasus bisa menurun drastis, ada penurunan 320 kasus dibandingkan tahun 2023 lalu,” ungkapnya.

Walaupun begitu, imbuh Agung, jumlah korban jiwa dan kerugian material mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyebabnya, banyaknya pengendara baik kendaraan pribadi roda empat maupun lebih yang terlibat insiden kecelakaan.

”Banyak kendaraan pribadi yang mengalami kecelakaan karena jumlah korban banyak,” jelasnya.

Agung menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli keliling dan mengoptimalkan penindakan preventif dan persuasif untuk pencegahan terjadinya kecelakaan.

Selain itu, meningkatkan kesadaran para pengendara untuk tertib berlalu lintas.

”Kami akan terus galakkan sosialisasi tertib lalin agar kesadaran masyarakat terus meningkat,” tegasnya.

Mengawali tahun 2025, insiden kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Bulusan, Kecamatan Kalipuro, pukul 12.46 Rabu lalu (1/1).

Kereta Api (KA) Probowangi relasi Surabaya–Stasiun Ketapang menyambar mobil Toyota Innova yang ditumpangi satu keluarga. Satu penumpang yang duduk di jok belakang terlempar dari mobil.

Sedianya, Innova warna hitam bernopol P 1838 WY tersebut hendak berwisata ke salah satu kafe. Nahasnya, saat melewati lintasan kereta api tanpa palang pintu, bagian belakang mobil disambar kereta api dari arah selatan.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mengalami luka berat dan patah tulang.

Para korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Blambangan untuk mendapatkan penanganan medis. Ketiga korban yaitu Budiyanto, 56; Dwi Raffianie, 46; dan Aisyah, 17. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#renggut nyawa #kecelakaan #polresta banyuwangi #korban meninggal #banyuwangi #laka lantas #setahun