Radarbanyuwangi.id –Gunung Raung yang ada di perbatasan Banyuwangi-Jember-Bondowoso Selasa (24/12) ‘batuk’. Gunung tertinggi di wilayah eks Karisidenan Besuki itu mengeluarkan asap hitam pekat hingga ketinggian 2000 meter.
Kejadian ini pun sempat menjadi perhatian warga yang ada di sekitar gunung berapi tersebut. Anggota Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti membenarkan informasi erupsi Gunung Raung tersebut.
"Iya pagi ini erupsi (Raung). Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi lebih kurang 4 menit 42 detik," jelasnya.
Meski begitu, Agung mengatakan belum ada kenaikan tingkat status Gunung Raung. Saat ini masih berada pada status waspada atau Level II.
Namun tahukah kamu bila ada beberapa tipe letusan gunung berapi di dunia ini. Semuanya wajib diwaspadai dan dikenali dari tipe letusannya.
Ini penting sebagai bentuk antisipasi atau mitigasi bencana saat gunung meletus. Berikut tipe-tipe letusan gunung berapi. simak penjelasan lengkapnya berikut ini
1. Hawaii
Tipe Hawaii memiliki karakteristik pada lavanya yang cair. Gunung api akan berbentuk perisai atau tameng. Sehingga, dapat mengalir ke berbagai arah. Intensitas tipe ini juga sangat tinggi.
2. Merapi
Letusan gunung merapi pada dasarnya memiliki lava kental yang dapat menyumbat mulut kawah. Akibatnya, tekanan gas semakin kuat dan membuat sumbatan di mulut kawah pecah. Hingga akhirnya terlempar keluar.isajikan secara kronologis
3. Volkano
Volkano adalah tipe letusan yang materialnya padat mirip dengan bom. Saat meletus, akan mengeluarkan abu vulkanik, lapili, dan bahan padat atau cair.
Pada tipe ini dikelompokkan berdasarkan kekuatan erupsi dan kedalaman dapur magma.
4. Perret atau Plinian
Letusan Perret atau Plinian merupakan salah satu tipe yang cukup berbahaya. Sebab, memiliki kekuatan yang besar dan mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Ledakan yang dihasilkan dapat membuat material terlempar hingga 80 km.
5. Pelee
Baca Juga: Kesepian yang Menyerang Generasi Muda
Tipe letusan gunung api palee pada dasarnya memiliki kemiripan denan letusan vulkanik. Bedanya, terdapat pada lava dan tingkat gas tang tinggi.
Lava yang dihasilkan dari letusan palee akan encer dan mengali sangat cepat. Oleh karena itu, tipe ini juga sangat membahayakan.
6. Sint Vincent
Baca Juga: Sungai Apur Siliragung Banyuwangi Meluap, Pepohonan Tumbang
Tipe sint vincent memiliki karakteristik hanya terjadi pada gunung api yang mempunyai danau kawah.
Saat gunung meletus, air danau tersebut akan ikut tumpah bersamaan dengan lava. Hal ini cukup membahayakan karena mengakibatkan banjir lahar panas.
7. Stromboli
Tipe letusan gunung api yang memiliki jangka waktu yang sama tiap letusannya. Letusan dapat diketahui kapan terjadinya berdasarkan jangka waktu tertentu.
Dan tipe letusan Gunung Raung adalah strombolian. Cirinya letusan kecil yang terus-menerus mengeluarkan pijar.
Gunung Raung juga memiliki sistem kawah yang terbuka, sehingga lava pijar yang dihasilkan akan kembali ke dalam kawah dan kecil kemungkinan meluber keluar kaldera. (*)
Editor : Niklaas Andries