RadarBanyuwangi.id – Setelah lebih dari dua bulan mengalami kekeringan, warga Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, sudah teraliri air sungai yang bersumber dari Waduk Bajulmati.
Aliran sungai sempat dihentikan karena ada perbaikan dan memperdalam daerah irigasi (DI) Bajulmati.
Kepala Desa Bajulmati Achmad Toha mengatakan, keringnya sungai selama lebih dari dua bulan disebabkan musim kemarau yang panjang. Kondisi ini mengakibatkan sumur di Desa Bajulmati, khususnya DI Bajulmati juga mengalami kekeringan.
Para petani sempat mengundurkan jadwal tanam padi dikarenakan kurangnya air di persawahan.
"Bukan hanya Desa Bajulmati yang terdampak, sepanjang desa DI Bajulmati juga kena dampak. Antara lain Desa Sidodadi, Sumber Kencono, dan Desa Bimorejo," ungkap Toha.
Sebaliknya, warga yang berada di sebelah barat jalan raya Desa Bajul Mati tidak terdampak. Yang terkena imbasnya adalah masyarakat timur jalan, karena lokasinya bersampingan dengan DI Bajulmati.
Antusias warga setelah sungai mengalir sangat tinggi. Ratusan warga Desa Bajulmati langsung mengadakan syukuran di area Dam 5 Bajulmati.
"Petani menggelar doa bersama agar diberi kelimpahan hasil panen dari musim tanam mendatang," ujar Toha.
Selain mengadakan doa bersama di DI Bajulmati, warga juga akan mengadakan syukuran di Balai Desa Bajulmati.
Toha bersyukur air sudah mengalir dan perbaikan DI Bajulmati sudah selesai. Dengan demikian warga sudah bisa beraktivitas di sawah seperti biasanya.
"Alhamdulillah, setelah mengalami kekeringan, warga sudah bisa bercocok tanam kembali," pungkasnya. (cw3/aif)
Editor : Ali Sodiqin