Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Alamak, Kurun Waktu 24 Jam Gunung Merapi Muntahkan 50 Kali Guguran Lava: Mengarah ke Kali Bebeng Sejauh 1,8 Kilometer

Niklaas Andries • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 16:37 WIB

 

LAVA: Gunung Merapi di Jogjakarta meluncurkan lava
LAVA: Gunung Merapi di Jogjakarta meluncurkan lava
Radarbanyuwangi.id – Ini merupakan hasil pengamatan Gunung Merapi terbaru. Teramati 50 kali guguran lava ke arah Barat Daya yakni ke Kali Bebeng  dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.  

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. Periode pengamatan Jumat 11 Oktober 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).  Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan. 

Angin bertiup tenang, lemah, sedang ke arah barat, timur. Suhu udara 17.2-29 °C, kelembaban udara 40.5-87.3 %, dan tekanan udara 871.7-918.7 mmHg. Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang,tebal dan tinggi 30-100 m di atas puncak kawah. Terjadi kegempaan guguran, dan hybrid/fase banyak. Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA Level 3 sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#suhu udara #angin #Kali Bebeng #kabupaten klaten #bpptkg #jawa tengah #cuaca #kabupaten sleman #gunung merapi #guguran lava #yogyakarta