Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bagian dari Operasi Trisila, Tiga KRI Sandar di Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 6 Juli 2024 | 05:18 WIB

PERUSAK: KRI Ahmad Yani-351 mendarat di Pelabuhan PT Pusri di Kecamatan Kalipuro Jumat (5/7).
PERUSAK: KRI Ahmad Yani-351 mendarat di Pelabuhan PT Pusri di Kecamatan Kalipuro Jumat (5/7).
Radarbanyuwangi.id - Tiga kapal perang dengan berbagai spesifikasi bersandar di Banyuwangi Jumat (5/7). Ketiga kapal tersebut yakni Kapal Republik Indonesia (KRI) Ahmad Yani-351, KRI Layang-635, dan KRI Teluk Ende-517.

Ketiga kapal tersebut menjadi bagian dari armada yang dilibatkan pada Operasi Trisila III. Operasi Trisila III ini tengah digelar Komando Armada (Koarmada) II di beberapa wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.

KRI Ahmad Yani bersandar di pelabuhan PT Pusri. Sedangkan KRI Teluk Ende disandarkan di dermaga di dekat pangkalan TNI Angkatan laut (Lanal) Banyuwangi. Begitu juga KRI Layang yang disandarkan tak jauh dari dua dermaga tersebut.

Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI Amrin Rosihan Hendrotomo yang memimpin operasi tersebut mengatakan, Operasi Trisila digelar selama 37 hari. Dimulai dari tanggal 3 Juli, rombongan KRI berangkat dalam satu konvoi dari Surabaya.

Dari Surabaya, rombongan KRI tersebut menuju wilayah Banyuwangi dan Bondowoso untuk menggelar beberapa kegiatan. Baik pendaratan pasukan maupun kegiatan sosial dan lingkungan.

Selanjutnya, konvoi kapal perang itu akan berangkat menuju Cilacap, lalu ke Denpasar, Labuan Bajo, Waingapu, Kupang, Mataram, dan kembali lagi ke Surabaya.

”Tugas utama kami menjaga dan melindungi kepentingan nasional. Karena itu, rute operasi ini di sekitar wilayah perbatasan. Kedua, kami juga beroperasi untuk menindak pelanggaran hukum yang terjadi di laut,” kata Amrin.

Amrin menambahkan, setidaknya ada 577 personel TNI AL yang dibawa tiga KRI tersebut. Mereka berasal dari berbagai kesatuan.

Termasuk kru KRI dan Marinir. Tak hanya membawa kapal perang, konvoi itu juga melibatkan helikopter dan pesawat udara untuk memperkuat senjata armada terpadu dalam Operasi Trisila.

”Kami mengunjungi wilayah yang memiliki Lanal. Termasuk Banyuwangi ini,” kata dia.

Amrin berharap, dengan operasi ini keamanan maritim di wilayah operasi patroli bisa terjaga. Selain itu, masyarakat setempat juga bisa melihat lebih dekat alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI AL yang tengah menjalankan operasi keamanan maritim.

”Ada KRI Ahmad Yani, kapal fregat. Kami juga membawa rudal. Ada KRI Layang, kapal perang cepat dan kapal landing ship tank (LST) KRI Ende. Jadi, di sepanjang wilayah kami juga menggelar latihan-latihan,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz menambahkan, di Banyuwangi ada beberapa agenda yang akan dilakukan oleh personel dari Satgas Operasi Trisila. Di antarnya penanaman mangrove dan pelepasan tukik di Pantai Cemara.

Selain itu, ada pula pemutaran film tentang profil TNI AL di lokasi parkir Pantai Marina Boom dan open ship KRI Ahmad Yani, KRI Teluk Ende, dan KRI Layang.

”Nanti saat open ship semua masyarakat bisa melihat bagaimana KRI yang kita miliki. Agar masyarakat mengetahui bagaimana tugas TNI AL di lapangan,” tandas Hafidz. (fre/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#kapal perang #pasukan #waingapu #surabaya #hukum #laut #denpasar #Koarmada #labuan bajo #bondowoso #cilacap #Kapal Republik Indonesia #mataram #Lanal #konvoi #banyuwangi #kupang #kri