RadarBanyuwangi.id – Kecamatan Kalipuro dikenal sebagai sentra peternakan kambing di Bumi Blambangan, Banyuwangi.
Pada pelaksanaan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) kali ini, Ipuk mengunjungi peternakan kambing Avatar Farm di desa setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Ipuk cukup banyak mengajukan pertanyaan.
Mulai dari pakan, jumlah ternak, hingga hambatan yang dialami para peternak kambing.
”Memang Desa Telemung memiliki banyak potensi. Salah satunya adalah peternakan kambing yang cukup besar,” ujarnya.
Peternakan kambing memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Mengingat berbagai hasil dari peternakan kambing dapat dijual. Sebut saja susu kambing yang menjadi komoditas utama.
Selain itu, kotoran kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang.
Ipuk mengajak generasi muda untuk jeli melihat potensi desa masing-masing dan mulai dikembangkan.
”Ke depan akan banyak pengusaha yang berasal dari generasi muda. Pastinya mereka mampu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat desa melalui potensi yang dimiliki,” paparnya.
Siswanto, 37, pemilik Avatar Farm, mengaku mulai menjalankan usahanya tersebut tiga tahun yang lalu.
Awalnya dia bekerja sebagai penebus manggis dan kopi.
Namun, karena terkena imbas pandemi Covid-19 dia kemudian beralih jadi peternak kambing. "
”Baru merasakan hasil setelah satu tahun mendirikan peternakan kambing. Alhamdulillah, sehari bisa memperoleh 60 liter susu. Bahkan, kotoran kambing kami manfaatkan untuk pupuk organik,” jelas Siswanto.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Banyuwangi Ilham Juanda mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh Siswanto.
Keterbatasan kuota pupuk yang diberikan oleh pemerintah pusat, menjadikan pupuk organik sebagai salah satu solusi yang tepat.
Peternakan kambing di Desa Telemung dinilai memiliki potensi besar sebagai penghasil pupuk organik.
”Pupuk organik sebagai alternatif pengganti pengurangan alokasi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat. Sehingga, pengelolaan kotoran ternak menjadi pupuk organik merupakan alternatif yang baik dilakukan,” pungkas Ilham. (rei/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin