KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peringatan Hari Jadi ke-7 Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI) Korwil 333 Laskar Blambangan berlangsung meriah, Selasa (2/1).
Ratusan sopir tumplek-blek di Terminal Sritanjung Selasa (2/1) untuk memperingati berdirinya PSTI.
Sumail berjanji akan mengawal aspirasi dari para sopir logistik yang disampaikan kepadanya. Yaitu berupa usulan penetapan tanggal 28 Desember sebagai Hari Pengemudi Nasional (Harpenas).
”Akan kita dorong, ini sebagai wujud perhatian, penghormatan, sekaligus penghargaan terhadap para sopir di seluruh Indonesia,” kata Sumail.
Usulan Harpenas sebenarnya merupakan inisiatif para pengemudi dari seluruh Indonesia yang saat itu digagas dari Bumi Blambangan.
Politisi asal Partai Gerindra tersebut menilai sopir, utamanya pengemudi angkutan logistik memiliki peran vital di dalam kelancaran perekonomian dan keselamatan termasuk kesejahteraan.
”Itu yang menjadi titik tekan kami sehingga menjadi atensi pemerintah untuk menetapkan tanggal 28 Desember sebagai Hari Pengemudi Nasional,” tegasnya.
Ketua Korwil PSTI Banyuwangi Slamet Barokah mengatakan, Hari Pengemudi Nasional harus terwujud agar profesi sopir bisa lebih dipandang dan diperhatikan oleh pemerintah.
”Tanpa adanya Hari Pengemudi Nasional, kita tetap dipandang biasa-biasa saja sama pemerintah. Padahal profesi kami sangat mulia. Roda perekonomian tidak akan jalan tanpa adanya peran sopir,” tegas pria yang juga sebagai Ketua DPC Aptrindo Banyuwangi itu. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin