RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dengan melelang sejumlah aset.
Hasilnya, dana sebesar Rp 500 juta lebih masuk pundi-pundi keuangan pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
Ya, Pemkab Banyuwangi melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melelang sejumlah aset milik pemkab.
Kegiatan lelang dilakukan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember.
Kepala BPKAD Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, pihaknya menyiapkan 15 paket lelang. Sejauh ini sebanyak tujuh paket sudah terjual, sedangkan delapan paket lainnya belum terjual.
“Alhamdulillah lelang berjalan dengan baik. Dari tujuh paket yang sudah terjual itu kami setor pendapatan sebesar Rp 508 juta,” ujarnya, Kamis (21/12).
Cahyanto menuturkan, kegiatan lelang dilakukan secara daring melalui KPKNL Jember. Paket aset yang terjual meliputi hasil inventarisasi barang perkantoran, kendaraan dinas, dan lainnya.
Cahyanto menjelaskan, sebelum pelaksanaan lelang pihaknya melakukan penilaian untuk menentukan limit harga awal lelang.
Penentuan harga limit dilaksanakan bersama konsultan penilai dan KPKLN Jember sesuai dengan harga pasar.
Mantan Sekretaris BPKAD ini menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali terhadap delapan paket yang belum terjual. Ada tiga poin penting dalam evaluasi tersebut.
Yang pertama adalah nilai limit, kedua evaluasi jumlah unit per paket, serta penjadwalan ulang lelang selanjutnya.
Berkaitan dengan jumlah unit per paket, Cahyanto menilai ada salah satu paket yang terlalu “gemuk”. Tepatnya paket sepeda motor bekas yang berjumlah 95 unit dengan nilai limit Rp 52 juta.
“Mungkin juga karena paketnya terlalu besar membuat orang jadi ragu-ragu. Makanya nanti kami jadikan beberapa paket, misalnya per paket terdiri dari 10 unit sepeda motor bekas,” kata dia.
Baca Juga: Pejabat Pemkab Banyuwangi Hasil Lelang Jabatan Dilantik, Ali Ruchi ke Dinsos, Choliqul Ridha ke DPMD
Lebih jauh Cahyanto mengatakan, apabila 15 paket yang dilelang tersebut terjual, maka dana yang didapat pemkab mencapai Rp 877 juta.
Namun pada praktiknya, dari tujuh paket yang sudah terjual, harga dana yang didapat sudah mencapai Rp 508 juta.
Berkaca dari hasil tersebut, Cahyanto optimistis akumulasi hasil lelang gelombang pertama dan kedua bakal mampu tembus hingga Rp 1 miliar.
Untuk itu, saat ini pihaknya berkoordinasi kembali dengan KPKNL Jember terkait penjadwalan ulang lelang.
“Kami buatkan surat lagi untuk KPKNL Jember untuk menentukan jadwal. Sebab, mulai publikasi hingga lelang termasuk wewenang KPKNL,” pungkasnya. (rei/sgt)
Editor : Ali Sodiqin