GLENMORE, RadarBanyuwangi.id - Ambrolnya plengsengan sayap Jembatan Jagalan di Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, membuat saluran air bersih yang ada di bawah jembatan putus.
Akibatnya, sekitar 60 kepala keluarga (KK) di daerah itu yang masuk dalam Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (Hippam) tidak bisa mandi karena air di rumahnya mati, Rabu (29/11).
Ketua Hippam Desa Sepanjang Lioro mengatakan, ambrolnya plengsengan sayap jembatan turut memutus pipa air sepanjang enam meter yang dipakai mengaliri air ke rumah warga.
”Sekitar enam meter pipa yang putus. Mulai Selasa (28/11) saya menerima banyak komplain (terkait air mati),” katanya.
Menurut Lioro, pipa yang ditanam dalam tanah itu ikut putus dan ambrol saat plengengan jembatan runtuh. Hal itu mengakibatkan air dari Sumber Olo terbuang ke sungai. ”Kalau tidak ambrol ya tidak akan putus airnya,” jelasnya.
Seolah tidak mau kesulitan air bersih, imbuh Lioro, warga langsung gotong royong untuk memperbaiki pipa air yang putus tersebut.
”Tadi sudah beli pipa, nanti dana penggantinya diajukan ke dinas (DPU-CKPP) sesuai arahan Pak Fendi (Kepala Direksi Teknik Lapangan Rustam Effendi),” ucapnya.
Meski warga semangat gotong royong, bukan berarti perbaikan pipa yang putus itu berjalan mulus. Kondisi tanah yang rawan longsor dan posisi pipa yang menggantung di bibir jembatan, membuat warga waswas.
”Tadi masih mencari teknik yang pas untuk memperbaiki jembatannya karena posisi pipanya menggantung,” ujar Lioro.
Salah satu warga, Vikri Diansyah, 27, menyampaikan, banyak warga yang mandi di sungai karena putusnya pipa Hippam yang menyuplai air bersih ke rumah warga ini.
”Untuk mandi, warga ke sungai. Untuk memasak ada yang minta ke tetangga,” katanya. (sas/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin