ROGOJAMPI, RadarBanyuwangi.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi gencar melaksanakan pengecekan kesehatan dan vaksinasi terhadap hewan ternak menyusul temuan kasus lumpy skin disease (LSD). LSD adalah penyakit kulit yang menyerang ternak.
Virus ini bersifat non-zoonosis (tidak menular ke manusia) dan umumnya menyerang sapi dan kerbau.
”Sampai akhir bulan lalu sudah ada 38 laporan ternak yang terjangkit LSD dan telah tertangani,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dispertan Banyuwangi drh Nanang Sugiharto.
Meski telah tertangani, pihaknya terus melakukan gerakan vaksinasi LSD dengan mengerahkan dokter hewan di masing-masing pusat kesehatan hewan (puskeswan).
Petugas puskeswan juga melakukan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) serta sosialisasi kepada masyarakat, terutama untuk menjaga kebersihan kandang.
”Petugas kami sudah melakukan surveilans dengan mengambil sampel darah untuk kita ujikan di Balai Besar Veteriner Jakarta,” ujarnya.
Dokter hewan penanggung jawab Puskeswan Rogojampi drh Moh Abdul Hamid menambahkan, pihaknya telah melakukan vaksinasi serta surveilans dengan mengunjungi satu per satu kandang ternak milik masyarakat di Kecamatan Rogojampi dan Blimbingsari.
”Alhamdulillah, untuk wilayah Rogojampi dan Blimbingsari 260 dosis vaksin LSD telah kita berikan kepada ternak yang benar-benar sehat,” tegasnya. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin