Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dam Singir Blambangan di Desa Blambangan, Dibangun Zaman Belanda, Mengaliri Sawah 1.523 Hektare

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 23 November 2023 | 19:00 WIB
MEGAH: Pintu air Dam Singir Blambangan) di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar yang khas dengan pintu air menjulang tinggi Rabu (21/11).
MEGAH: Pintu air Dam Singir Blambangan) di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar yang khas dengan pintu air menjulang tinggi Rabu (21/11).

Dam Blambangan atau Dam Singir yang berada di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, salah satu bangunan bersejarah peninggalan pemerintahan kolonial  Hindia Belanda. Bangunan yang diresmikan pada 1925 itu, kini mengairi sawah di Kecamatan Srono dan Muncar seluas 1.523 hektare.

Bangunan utama Dam Singir Blambangan di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar memiliki kontruksi pintu masuk air yang menjulang tinggi layaknya menara. Di bangunan itu dilengkapi pengaturan buka tutup gerbang roller besi pada bagian atas bangunan.

Di bagian tengah pintu air, ada tulisan Watervang Blambangan 1925 (Tangkapan Air Blambangan 1925) yang menjadi bukti jika bendungan ini dibangun dan diresmikan pada masa kolonial Hindia Belanda tahun 1925. “Dam ini peninggalan Belanda,” cetus Kholifah, 50, warga Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.

Kholifah yang rumahnya tidak jauh dari bendungan itu menyampaikan pembangunan bendungan Dam Singir telah dimulai sejak tahun 1890-an, dan baru diresmikan pada 1925. “Cerita dari mbah-mbah dahulu, Dam Singir ini mulai dirancang sejak 1890-an oleh Belanda,” katanya kemarin (21/11).

Untuk pembangunan Dam Singir ini, membutuhkan waktu yang lama. Sebab, pengerjaannya masih manual yang dilakukan melalui kerja rodi yang dibawa Belanda. “Tapi uniknya, bendungan itu malah awet dan masih berdiri kokoh sampai sekarang,” katanya.

Korsda Srono Eko Susanto menyampaikan mayoritas bendungan atau dam di Banyuwangi, itu bangunan kuno peninggalan colonial Belanda, termasuk Dam Singir ini. “Kebanyakan peninggalan Belanda, sekarang untuk perawatan rutin dilakukan dpetugas pengairan Korsda Srono,” katanya.

Petugas pengairan rutin melakukan pengecekan secara berkala, dengan memeriksa infrastruktur bendungan peninggalan Belanda tersebut. “Ini termasuk pembenahan instalasi yang rusak, dan pengecatan ulang pintu air,” ujarnya.

Dam Singir sampai saat ini masih berfungsi mengairi saluran irigasi persawahan di delapan desa yang ada di Kecamatan Srono dan Kecamatan Muncar. Delapan desa yang petaninya mendapat air dari bendungan ini di Desa Blambangan, Desa Tembokrejo, Desa Bagorejo, Desa Rejoagung, Desa Kepundungan, Desa Kedungrejo, Desa Sumbersewu, dan Desa Kumendung. “Delapan desa itu berada di Kecamatan Srono dan Muncar,” ungkapnya.(abi)

Editor : Agus Baihaqi
#blambangan #Hindia #Bagian #pintu air #dibangun #Pemerintahan #waktu #perawatan #konstruksi #atas #BerfungsI #hektare #Air #dam #menjulang #kolonial #belanda #pintu masuk #zaman #Korsda #pembenahan #Gerbang #mengaliri #peninggalan #sawah #roller #bangunan #besi #pengairan #instalasi #buka tutup #pengaturan #bersejarah #menara #bendungan