RadarBanyuwangi.id – Pemerintah pusat berencana menggelontorkan bantuan sosial (bansos) akhir tahun ini. Salah satunya bantuan langsung tunai (BLT) El Nino.
Sebagimana diketahui, musim kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Nino sangat berdampak terhadap perekonomian warga.
Tidak terkecuali masyarakat Banyuwangi. Karena itu, pemerintah pusat berencana menyiapkan bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu.
Namun demikian, masyarakat Banyuwangi harus bersabar. Sebab, hingga Jumat (17/11) belum ada kepastian siapa saja yang berhak menerima bansos tersebut. Belum dipastikan pula kapan BLT El Nino itu akan dicairkan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Henik Setyorini melalui Kepala Bidang (Kabid) Jaminan Sosial Khoirul Hidayat mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan terbaru dari pusat.
Terkait kebijakan pemerintah tentang BLT El Nino karena dampak kekeringan, sementara ini Pemkab Banyuwangi masih menunggu juknis dan regulasi. Termasuk by name by address yang akan disasar,” ujar Khoirul.
Pada umumnya, lanjut pria yang karib disapa Irul tersebut, instruksi terkait penyaluran BLT disampaikan sekitar satu atau dua minggu sebelum disalurkan.
”Kami juga belum tahu siapa yang ditunjuk oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pihak yang menyalurkan bantuan tersebut,” imbuhnya.
Irul mengatakan, penerima bantuan El Nino kemungkinan juga merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Di Banyuwangi jumlah penerima bantuan tersebut sekitar 124 ribu orang.
”Saya rasa tidak terlalu terpaut jauh jumlah penerimanya. Kami juga berharap bantuan segera dicairkan karena itu akan sangat membantu masyarakat yang terdampak akibat bencana kekeringan yang melanda,” tutur Irul.
Dikatakan, besaran BLT El Nino yang diterima setiap orang mencapai Rp 400 ribu. Tepatnya Rp 200 ribu setiap bulan selama periode November dan Desember.
”Tentu nanti ketika sudah menerima berkas dan informasi akan segera kami salurkan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” tandas Irul. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin