RadarBanyuwangi.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember melakukan sejumlah antisipasi menghadapi musim hujan.
PT KAI berupaya meminimalkan gangguan seperti banjir, tanah longsor, dan tanah gerak pada jalur kereta api yang ada di sepanjang jalur Banyuwangi-Jember.
Petugas KAI Daop 9 Jember bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Surabaya melakukan pemeriksaan untuk meninjau sejumlah daerah rawan antara Stasiun Kalisat sampai Jember dan berlanjut dari Stasiun Jember hingga Ketapang, Banyuwangi.
”Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Daop 9 Jember untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh area kerja KAI senantiasa lancar dan selamat,” ungkap Pelaksana Harian Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Anwar Yuli Prastyo.
Selain melakukan pemeriksaan rel kereta api, KAI Daop 9 Jember juga akan menyiagakan petugas selama 24 jam untuk menghadapi musim penghujan dan dalam rangka persiapan angkutan Natal 2023 dan Tahun baru 2024.
PT KAI juga memanfaatkan teknologi dengan memasang sebuah alat pendeteksi daerah rawan (Sidawan) pada lokasi rawan longsor.
Alat tersebut merupakan inovasi yang dikembangkan oleh jajaran Daop 9 Jember. Sidawan akan menginformasikan secara real time jika terjadi masalah pada jalur rawan tersebut. Dengan demikian, petugas dapat langsung melakukan tindakan.
”Di Wilayah Daop 9 Jember yang terbentang dari Pasuruan sampai dengan Ketapang, total ada 25 titik daerah rawan. Sebanyak 13 lokasi merupakan rawan banjir. Untuk rawan longsor terdapat 8 titik, sedangkan sisanya merupakan rawan amblesan pada jalur KA, batu longsor, dan tanah gerak,” papar Anwar.
Di samping menyiagakan petugas dan memasang alat pendeteksi, PT KAI Daop 9 juga telah menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di delapan lokasi, mulai dari Stasiun Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Jember, Kalisat, Kalibaru, hingga Stasiun Ketapang.
AMUS yang disiapkan berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan fondasi jalur, dan lainnya.
Sejumlah peralatan ringan hingga alat berat seperti multi tie tamper (MTT) dan ekskavator juga disiagakan untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap laik dilintasi kereta api.
Menghadapi musim hujan, PT KAI juga melakukan sterilisasi jalur dari pepohonan.
Hingga November 2023, Daop 9 Jember telah melakukan pemangkasan sebanyak 126 pohon untuk menghindari terjadinya pohon tumbang di jalur rel kereta api.
”Selain itu juga dilakukan normalisasi drainase dan pembuatan talut penahan konstruksi jalur KA, sehingga dapat meminimalisasi kemungkinan gangguan di lokasi rawan tersebut,” kata Anawar. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin