KALIPURO, RadarBanyuwangi.id – Dermaga alternatif Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi (13/11) mulai diuji coba dengan kapal Long Distance Ferry (LDF).
Ada enam kapal yang secara bertahap akan diuji coba untuk bersandar dan bongkar muatan di pelabuhan yang berlokasi di belakang Hotel Banyuwangi Beach tersebut.
Selama ini, pelabuhan tersebut digunakan oleh sejumlah kapal sebagai tempat docking dan lego jangkar.
Uji coba yang diawasi langsung oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilker Ketapang untuk memastikan apakah kondisi dermaga memungkinkan digunakan sebagai tempat bongkar muat kendaraan.
”Pelabuhan alternatif Bulusan akan kita gunakan untuk tempat bongkar muat ketika kondisi benar-benar ramai. Awalnya kita hendak gunakan KMP Tunu Pratama Jaya 5888. Karena belum siap, kita ganti dengan KMP Trimas Laila,” kata Korsatpel BPTD Jatim Wilayah Ketapang Rocky Surentu.
Dia menambahkan, uji coba perlu dilakukan agar nakhoda kapal bisa menyesuaikan diri dengan perairan di sekitar Pelabuhan Bulusan.
Apalagi, Bulusan dikenal dengan arusnya yang cukup kencang.
Bahkan, lebih kencang dari dermaga LCM sehingga diperlukan penyesuaian agar kapal bisa mendarat dengan tepat.
”Nakhoda harus menguasai medan untuk bisa bersandar. Orang sini bilang ada arus Mak Olong, arus kencang kerap muncul di kawasan tersebut,” jelasnya.
Nantinya, Pelabuhan Bulusan akan digunakan untuk menampung kapal LDF yang akan bongkar muatan.
Jenis kapal tersebut biasa beroperasi di rute Ketapang–Lembar atau kapal LDF yang diperbantukan di rute Ketapang–Gilimanuk saat terjadi kepadatan.
”Ada enam kapal yang akan diuji coba. Kalau lolos semua berarti bisa menggunakan dermaga ini sebagai alternatif. Kalau ada yang gagal saat uji coba, ya harus buat berita acara. Jadi, tidak kita paksakan untuk sandar,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin