Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Langkah PU Pengairan Banyuwangi Antisipasi Banjir, Geber Normalisasi Sungai hingga Bangun Rumah Pompa di Pinggir Kalilo

Gareta Yoga Eka Wardani • Senin, 13 November 2023 | 21:00 WIB
LANGKAH ANTISIPATIF: Bupati Ipuk didampingi Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengecek kondisi Sungai Kalilo beberapa waktu lalu.
LANGKAH ANTISIPATIF: Bupati Ipuk didampingi Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengecek kondisi Sungai Kalilo beberapa waktu lalu.

RadarBanyuwangi.id – Menjelang musim hujan, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan kian intens melakukan berbagai upaya mengantisipasi banjir.

Tidak hanya pengerukan sedimen sungai, tetapi juga pembuatan sumur resapan hingga pembangunan rumah pompa, dan lain sebagainya.

Seperti diketahui, genangan air hingga banjir di Banyuwangi disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari faktor kebiasaan masyarakat membuang sampah di saluran air dan sungai hingga adanya siklus banjir sepuluh tahun sekali seperti yang terjadi pada tahun 2022 lalu.

Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengungkapkan, normalisasi sungai dilakukan sejak Maret. Termasuk di Sungai Kalilo. Saluran yang mampet mulai dinormalkan dengan pengerukan.

Hasil normalisasi, Sungai Kalilo mampu menerima debit air hingga 600 meter kubik per detik. Ketika terjadi peningkatan air, diprediksi maksimal sebanyak 400 meter kubik air per detik.

“Selain normalisasi sungai juga ada pembuatan sumur serapan sebagai antisipasi banjir di Banyuwangi. Lalu, ada peninggian tanggul sungai,” ujar Guntur.

Normalisasi Sungai Kalilo memang menjadi fokus Dinas PU Pengairan. Pengerukan sedimen terus digeber sehingga diharapkan meminimalkan potensi banjir.

Dinas PU Pengairan juga membuat rumah pompa dan kolam untuk menyedot air banjir Sungai Kalilo.

“Rumah pompa dan kolam kami buat di sejumlah lokasi. Seperti di Kampung Ujung ada satu, Kampung Lebak ada satu. Kami juga sudah mengeruk sedimen di Sungai Kalilo, mulai dari muara sampai di jembatan dekat kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) lama,” imbuhnya.

Lebih dari itu, Dinas PU Pengairan menyiapkan 500 titik sumur resapan. Sehingga ketika musim penghujan tiba, air dapat mengalir ke sumur tersebut.

Pihak Dinas PU Pengairan juga memasang dua pompa dengan kapasitas 50 liter per detik dengan diameter pipa isap mencapai 8 dim.

“Dengan dua pompa tersebut kalau Lebak tergenang, tidak sampai tiga jam air bisa kami kuras. Ketika air sudah mulai naik, pompa langsung kita hidupkan," ucapnya.

Metode yang dilakukan oleh Dinas PU Pengairan ketika air sungai naik, maka pintu klap akan ditutup. Sehingga air dari Sungai Kalilo tidak sampai masuk ke area perkampungan.

“Pompa kita hidupkan, sehingga air yang ada di kampung segera kita buang ke sungai,” kata Guntur.

Sementara ini, operator pompa akan dalah petugas Dinas PU Pengairan, namun selanjutnya akan diserahkan kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi.

“Ketika air datang nanti masyarakat bisa langsung mengoperasikan. Pastinya nanti akan kami kawal,” tandasnya. (rei/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Normalisasi #banjir #Kalilo #Pompa Air #Sungai #banyuwangi #pengairan