RadarBanyuwangi.id – Produksi sampah di kota Banyuwangi yang dibuang ke sungai tergolong tinggi.
Relawan Sungai Watch Rogojampi yang memeriksa trash barrier (penahan sampah) mampu mengumpulkan 5 kuintal sampah dari satu titik.
Manajer Sungai Watch Rogojampi Ahmad Fauzi mengatakan, banyak sampah yang mereka kumpulkan dari beberapa titik trash barrier.
Sejak pemasangan awal dilakukan pada Rabu (1/11), timnya yang terdiri dari 13 relawan terus melakukan pembersihan sampah di kota Banyuwangi.
Sampah-sampah tersebut selanjutnya dibawa ke gudang di Rogojampi. Di sana dipilah sampah plastik dan sampah rumah tangga. Setelah dipilah, hasilnya didaur ulang menjadi barang-barang bermanfaat.
”Yang sudah diproses kami kirim ke Bali. Yang kami ambil yang sampah anorganik, yang sampah organik kami biarkan supaya terurai,” jelas Fauzi.
Pekan lalu beberapa titik sungai di sekitar wilayah kota Banyuwangi dipasangi trash barrier (penahan sampah) oleh organisasi Sungai Watch.
Pemasangan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi peningkatan debit air sungai jelang musim hujan.
Salah satu trash barrier yang sudah dipasang berada di aliran sungai dekat Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan dan sungai yang berada di Kelurahan Karangrejo.
Sejak pagi, relawan dari Sungai Watch memasang trash barrier di titik-titik sungai yang kerap menjadi tempat penumpukan sampah.
”Kami pasang di sepanjang aliran sungai. Terutama di bagian hilir yang dekat permukiman yang sering menjadi tempat penumpukan sampah,”’ kata Fauzi.
Pria asal Rogojampi itu mengatakan, di satu aliran sungai bisa dipasang beberapa titik trash barrier.
Pihaknya sengaja tidak memasang trash barrier di hulu sungai karena penumpukan sampah biasanya terjadi di bagian hilir. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin