Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mesin Panen Padi Merusak Hasil Tukang Ngasak, Tanpa Merugikan Petani

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 7 November 2023 | 20:00 WIB
LELES: Pengasak mencari sisa panen padi di Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar Senin (6/11).
LELES: Pengasak mencari sisa panen padi di Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar Senin (6/11).

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Memasuki musim panen padi, ada pemandangan yang umum terlihat di areal persawahan Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Sejumlah emak-emak tampak mencari sisa-sisa gabah sisa panen milik petani, atau yang dikenal ngasak.

Ngasak ini biasanya dilakukan warga yang tidak memiliki sawah. Dengan mengais sisa panenan petani padi, mereka bisa ikut merasakan hasil panen tanpa merugikan pemiliknya. “Setiap musim panen, saya selalu ngasak,” ujar Masripah, 55, warga Dusun Rejosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Senin (6/11).

Setiap musim panen padi, Masripah selalu datang ke sawah yang sedang atau panen. Dengan telaten, dia mencari sisa-sisa bulir padi yang masih tertinggal. “Saya mengumpulkan sisa bulir gabah,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Dalam sekali ngasak, Masripah mengaku hasilnya tidak menentu. Terkadang, hanya dapat tiga hingga lima kilogram. “Gabah sebanyak itu dibagi dengan teman-teman lain yang ngasak. Kalau ada dua orang, hasilnya ya dibagi dua,” terangnya.

Masripah mengaku mengasak di sawah ini hasilnya lumayan. Ini bisa mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli beras yang saat dinilai masih sangat mahal. “Sejak harga beras naik, saya terus ngasak, jadi beras tidak beli,” katanya.

Ngasak ini juga dilakukan Boirah, 67, warga Dusun Rejosari, Desa Benculuk. Menurutnya, ibu-ibu yang suka ngasak ini biasanya datang dengan rombongan. “Berangkat bersama, ada yang tahu tempat panen, kami datangi,” katanya.

Boirah mengaku saat ini hasil mengasak jauh berbeda dibandingkan zaman dulu. Penggunaan mesin combine harvester membuat tidak ada hasil panen padi yang tersisa. “Kalau pakai mesin sudah pasti tidak ada sisanya,” ungkapnya.

Salah satu petani, Mujiono, 50, mengaku tidak keberatan jika ada yang ngasak hasil panen padi di sawahnya. “Mereka juga hanya mengambil sisa butir-butir padi yang tidak sengaja tertinggal saat panen,” cetus warga Dusun Rejosari, Desa Benculuk ini.

Petani, kata dia, malah senang bisa membantu perekonomian dan menolong orang-orang yang membutuhkan makan. “Ini bagian dari usaha mereka untuk mencari makan, dan tidak merugikan petani,” katanya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#panen #pemandangan #ngasak padi #Petani #Sisa #gabah #Mesin #beras #padi #warga #sawah #musim