GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Memasuki musim pancaroba, petani cabai jamu di Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran tetap tenang. Sebab, permintaan dan perawatan tanaman itu masih normal.
Salah satu pengepul cabai jamu, Eri Vitanto, 45, mengungkapkan, tanaman ini di tingkat petani masih dihargai sekitar Rp 68 ribu per kilogram. “Sebulan terakhis harga cenderung stabil,” katanya, Minggu (5/11).
Cabai jamu, jelas dia, biasanya digunakan bahan tambahan obat tradisional. Di beberapa negera Timur Tengah malah dibuat untuk masakan. “Permintaan kebanyakan dari luar negeri. Barangnya dikirim dulu ke pengekspor di Surabaya,” imbuhnya.
Menurutnya, permintaan cabai jamu masih sangat banyak, terutama di luar negeri. Selain di Timur Tengah, sejumlah negara yang membutuhkan cabai jamu itu seperti Tiongkok dan Korea Selatan.
Hampir semua hasil panen tanaman cabai jamu di wilayah Banyuwangi, jelas dia, masih bisa dimanfaatkan. “Panenan dari petani itu bermacam-macam, ada yang kadar airnya tinggi, ada juga yang sudah rendah sesuai standar,” ujarnya.
Untuk yang kadar airnya masih tinggi, lanjut dia, buah dari tanaman cabai jamu akan dijemur selama sehari hingga kadar airnya turun. “Kalau musim hujan, waktu penjemurannya bisa lebih lama,” cetusnya.
Cabai jamu itu tanaman merambat yang bisa ditanam di lingkungan yang ekstrem sekalipun. Tanaman ini juga bias tumbuh di halaman rumah. “Tanaman ini bisa tumbuh subur tanpa bantuan pupuk maupun pestisida kimia,” ujar Muryanto, 49, Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.
Muryanto menyebut, perawatan cabai jamu tidak sulit. Petani hanya perlu menyiram dan memberi pupuk jika diperlukan. Tanaman cabai jamu akan tumbuh dan merambat dengan sendirinya. “Mulai usia enam bulan sudah mulai menghasilkan buah yang bisa dipanen,” imbuhnya.
Cuaca, kata dia, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai jamu. “Cuaca panas maupun hujan lebat, tanaman ini akan tetap menghasilkan buah untuk dipanen,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Untuk luas kebun seperempat hektar, jelas dia, potensi hasil panen cabai jamu per bulannya bisa mencapai 150 kilogram. “Hasil panen cabai jamu bisa dinikmati terus menerus oleh petani setiap bulan,” ungkapnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi