Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hujan Perdana Guyur Banyuwangi, Atap Rumah Warga Kalibaru Manis Langsung Ambruk

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 4 November 2023 | 19:25 WIB
BUTUH BIAYA PERBAIKAN: Maimunah di tengah puing-puing bangunan rumahnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Banyuwangi, yang runtuh setelah diterpa hujan deras.
BUTUH BIAYA PERBAIKAN: Maimunah di tengah puing-puing bangunan rumahnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Banyuwangi, yang runtuh setelah diterpa hujan deras.

RadarBanyuwangi.id – Hujan perdana di Banyuwangi, Jumat (3/10) rupanya membawa dampak kurang membahagiakan bagi Maimunah.

Rumah milik nenek berusia 71 tahun di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu ambruk setelah diguyur hujan deras mulai pukul 03.00 hingga 08.00, Jumat (3/11).

Rumah Maimunah ambruk sekitar pukul 08.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Maimunah yang tinggal bersama salah satu cucunya, Diki Fernanda, 11, selamat.

”Saat rumah ambruk, cucu saya sedang sekolah,” ungkapnya.

Saat rumahnya ambruk, Maimunah mengaku sedang berada di rumah saudaranya yang berada di samping rumahnya. Ia sengaja mengungsi karena sejak pukul 06.00 atap rumahnya yang lapuk sudah mulai mengeluarkan bunyi berdecit.

”Sudah terdengar suara seperti akan ambruk sejak pagi saat turun hujan, saya pergi ke rumah saudara karena takut,” ucapnya.

Kekhawatiran Maimunah ternyata benar. Tak lama  setelah mengungsi di rumah saudaranya, atap kamar tidur rumahnya ambruk.

Maimunah mengaku belum tahu kapan akan memperbaiki kerusakan rumahnya. Nenek yang kesehariannya bekerja sebagai tukang awe-awe di Gumitir ini mengaku tidak punya uang sama sekali.

”Saya orang tidak punya. Hasil kerja sebagai tukang awe-awe di Gumitir hanya dapat uang Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu,” ujarnya.

Kepala Desa Kalibaru Manis Adrian Bayu Donata langsung mengerahkan warga untuk kerja bakti.

”Selepas salat Jumat kerja bakti membersihkan rumah nenek Maimunah yang ambruk,” katanya.

Untuk renovasi rumah, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi masih melakukan inventarisasi kerusakan bangunan yang kerugiannya sekitar Rp 5 juta.

Menurut Adrian, proses pembersihan dijadwalkan akan selesai dalam waktu sehari.

Esok harinya, imbuh Adrian, warga akan kerja bakti untuk membenahi atap rumah Maimunah.

”Yang dibutuhkan asbes 35 lembar, kayu usuk 20 lonjor, dan kayu reng 2 bendel. Semua kebutuhan sudah diajukan ke BPBD, nanti kekurangan akan dibantu dari pemerintah desa,” jelasnya. (sas/abi/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#atap #kalibaru #hujan #Rumah #banyuwangi #ambruk