Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Doa Warga Banyuwangi Terkabul, Sehari Pasca Salat Istisqa, Empat Kecamatan Diguyur Hujan Deras

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 4 November 2023 | 19:21 WIB
SIAP MANTEL: Pemotor nekat menerjang guyuran hujan di Jalan KH Hasyim Asyari, Desa Genteng Wetan, Banyuwangi, Jumat (3/11).
SIAP MANTEL: Pemotor nekat menerjang guyuran hujan di Jalan KH Hasyim Asyari, Desa Genteng Wetan, Banyuwangi, Jumat (3/11).

RadarBanyuwangi.id – Salat Istisqa yang digelar warga Banyuwangi secara serentak di 25 kecamatan Kamis lalu (2/11) benar-benar manjur.

Doa yang dipanjatkan ribuan jemaah agar segera turun hujan itu dikabulkan oleh Allah SWT.

Pagi berlangsung salat Istisqa, malamnya di sejumlah wilayah Banyuwangi diguyur hujan deras meski tidak lama.

Banyak yang bilang, doa yang dimunajatkan jemaah salat Istisqa benar-benar menembus langit.

Sejumlah wilayah yang turun hujan antara lain Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Genteng, Sempu, Cluring, Srono, Songgon, dan Singojuruh.

Hujan di beberapa daerah tersebut tidak bersamaan. Di Kecamatan Cluring hujan turun pada Kamis (2/11) pukul 22.30.

”Tadi malam (kemarin malam) turun hujan, tapi sebentar,” ujar Nanik Sudiartik, 51, warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Berbeda dengan daerah lain yang umumnya mulai turun hujan pada Jumat dini hari (3/11). Sebut saja Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Genteng, dan Songgon.

”Di Kalibaru hujan mulai turun pukul 02.00, lalu mereda  pukul 08.00,” kata Mad Sholeh, warga Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.

Sholeh mengaku terbangun dari tidur gara-gara mendengar suara gemuruh. Saat turun hujan, suhu udara terasa segar setelah beberapa bulan terakhir dilanda panas karena fenomena El Nino.

”Pukul 08.00 masih gerimis, lalu reda,” ujar Sholeh.

Warga lainnya Edy Susanto, 30, asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore mengatakan, di daerahnya hujan turun sejak dini hari dan reda sekitar pukul 06.00.

Sekitar pukul 08.00 WIB, kembali turun hujan. ”Hujan turun sejak dini hari dan pagi reda, saya mau kerja hujan lagi,” ungkapnya.

Agar tidak telat kerja, Susanto mengaku buru-buru mencari jas hujan agar tidak basah sampai di tempat kerjanya di wilayah Kecamatan Genteng.

”Di jalan sudah banyak pengguna jalan yang lalu-lalang pakai jas hujan,” ungkapnya.

Prakirawan BMKG Banyuwangi Dita Purnamasari.  mengatakan, musim penghujan akan mengguyur seluruh wilayah Banyuwangi pada awal Desember mendatang. Pada saat itulah musim penghujan sudah tiba.

Dita mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana saat masuk musim penghujan. Di antaranya banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun angin kencang.

”Masyarakat harus tetap waspada karena potensi bencana saat musim penghujan bisa terjadi kapan pun,” imbaunya.

Sehari sebelumnya, ribuan warga Banyuwangi secara serentak menunaikan salat Istisqa di ruang terbuka hijau (RTH) atau tanah lapang di 25 kecamatan se-Bumi Blambangan, Kamis (2/11).

Di pusat kota Banyuwangi, salat memohon hujan tersebut digelar di Taman Blambangan.

Tidak hanya kalangan ulama dan anggota ormas Islam, salat Istisqa di Taman Blambangan juga diikuti Bupati Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati (Wabup) Sugirah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono, serta jajaran pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Banyuwangi.

Lebih dari itu, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banyuwangi, santri pondok pesantren, dan siswa ikut berikhtiar meminta hujan.

Meski dalam kondisi terik, para jemaah tampak khusyuk menjalankan salat sunah dua rakaat tersebut. Mereka bersimpuh memohon turunnya rezeki dari Allah SWT berupa hujan yang membawa berkah.

”Kami telah melakukan sejumlah ikhtiar untuk mengantisipasi dampak buruk dari kemarau panjang ini. Upaya tersebut kami juga sempurnakan dengan salat Istisqa. Kita berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan dan mengakhiri musim kemarau ini,” ujar Ipuk.

Di Rogojampi, jemaah salat Istisqa digegerkan fenomena angin puting beliung, Kamis (2/11). Angin yang berputar melingkar dengan kecepatan tinggi tersebut muncul di lokasi salat yang digelar untuk meminta hujan, yakni di Lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi.

Fenomena alam itu sempat terekam kamera ponsel beberapa jemaah. ”Ini adalah tanda Allah SWT menghormati kegiatan kita pagi hari ini (kemarin),” begitu kata salah satu jemaah sembari merekam peristiwa tersebut. (sas/abi/rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#serentak #Minta Hujan #langit #terkabul #salat istisqa #banyuwangi