RadarBanyuwangi.id – Kemarau pajang yang melanda sejak beberapa bulan terakhir membuat para personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi beberapa kali berjibaku memadamkan kebakaran lahan.
Salah satunya kebakaran yang melanda lahan tanaman jati di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (2/11).
Memang, belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa kebakaran kali ini. Namun, hal itu diindikasi terjadi akibat suhu udara yang relatif tinggi menjelang tengah hari.
Kebakaran lahan di area kebun jati ini kali pertama diketahui oleh Abdul Aziz, warga setempat, sekitar pukul 11.27 WIB.
Pengasuh Pondok Pesantren Shafiyah Desa Gitik, Rogojampi, ini mengetahui ada kepulan asap yang membubung tinggi dari Kawasan kebun jati.
Setelah didekati, terlihat api terus merembet dengan cepat dan membakar dedaunan kering serta ranting di bawah pepohonan jati.
Mengetahui kejadian itu, Azis lantas menghubungi aparat desa setempat dan Polsek Rogojampi. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada petugas Damkarmat Banyuwangi.
Selain melapor, dia bersama warga juga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.
”Maklum di musim kemarau seperti ini banyak daun jati dan ranting kering di bawah pepohonan,” ungkapnya.
Meski dilakukan dengan peralatan seadanya, namun upaya yang dilakukan warga cukup efektif. Beberapa titik api berhasil dipadamkan, meskipun tidak secara keseluruhan.
Tidak lama berselang, petugas Damkarmat tiba di lokasi dan segera menyemprotkan air ke arah sumber api. Dalam sekejap, api berhasil dipadamkan.
Untuk dapat memadamkan api, sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Termasuk satu di antaranya yakni unit mobil fire doom dari Sektor Srono yang datang membantu memadamkan api.
Kapolsek Rogojampi Kompol Imron masih belum mengetahui penyebab pasti kebakaran di lahan pohon jati tersebut.
Saat kejadian, anggota dan warga fokus pada upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
”Penyebab kebakaran belum diketahui. Tapi kemungkinan karena cuaca terik panas menyengat akibat kemarau ini,” ujarnya. (ddy/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin