RadarBanyuwangi.id – Antisipasi banjir menjelang musim penghujan terus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi.
Rabu (1/11), Bupati Ipuk Fiestiandani turun langsung untuk melakukan peninjauan di Kampung Lebak, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi.
Sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ikut mendampingi Bupati Ipuk. Di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Guntur Priambodo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dwi Handajani, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Danang Hartanto.
Ipuk meninjau pembangunan pompa untuk menyedot luapan air di area Kampung Lebak yang menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba.
Hal itu menjadi salah satu upaya Pemkab Banyuwangi dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga agar tidak waswas setiap hujan deras.
”Rumah pompa dibangun untuk mengantisipasi banjir. Harapannya, ketika hujan deras, warga Kampung Lebak tidak kebanjiran,” ujarnya.
Secara teknis, fungsi pompa digunakan untuk menyedot genangan air. Selanjutnya, air akan disedot dan dialirkan kembali ke Sungai Kalilo.
”Kalau sudah ada pompa, saat air meluap bisa disedot dan dibuang ke sungai,” imbuh Ipuk.
Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengatakan, dua pompa tersebut memiliki kapasitas 50 liter per detik. Diameter pipa isap mencapai 8 dim.
”Dengan dua pompa tersebut, kalau Kampung Lebak tergenang tidak sampai tiga jam air bisa kami kuras. Ketika air sudah mulai naik, pompa langsung dihidupkan,” jelasnya.
Ketika air sungai naik, imbuh Guntur, pintu klep akan ditutup. Sehingga, air dari Sungai Kalilo tidak sampai masuk ke area perkampungan.
”Pompa dihidupkan, sehingga air yang ada di Kampung Lebak bisa segera dibuang ke sungai,” lanjutnya.
Dinas PU Pengairan yang bertindak selaku operator pompa, selanjutnya akan menyerahkan kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi.
”Sehingga, ketika air datang nanti masyarakat bisa langsung mengoperasikan. Pastinya nanti akan kami kawal,” tandas Guntur. (rei/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin