RadarBanyuwangi.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi mengimbau kepada seluruh umat Islam menggelar salat Istisqa (salat minta hujan) di tengah musim kemarau panjang seperti sekarang.
Imbauan salat istisqa tersebut tertuang dalam surat edaran MUI Banyuwangi nomor: 111/DP.MUI/Kab. BWI/10/2023 tanggal 30 Oktober 2023.
Salat Istisqa akan digelar secara serentak pada Kamis besok (2/11) pukul 09.00. Tempatnya di ruang terbuka hijau (RTH) atau tanah lapang di 25 kecamatan se-Banyuwangi.
Salat Istisqa bisa melibatkan para ulama, ASN, ormas Islam, pengasuh pondok pesantren, santri/siswa SMA/SMK/MA. Surat imbauan tersebut disertai panduan tata cara pelaksanaan salat Istisqa.
”MUI mengimbau agar umat Islam di Banyuwangi dapat melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan karena kemarau sudah cukup lama,” seru Ketua MUI Banyuwangi KH Mohammad Yamien.
Pelaksanaan salat tersebut untuk menyikapi kondisi cuaca panas yang menyengat akibat kemarau panjang. Dalam salat Istisqa nanti, umat Islam memohon kepada Allah supaya segera turun hujan.
”Surat ini juga kami kirim ke Bupati Banyuwangi dan kantor Kemenag Banyuwangi agar bisa dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan,” terang Yamien.
Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Amak Burhanuddin mengaku telah mendapatkan surat dari MUI Banyuwangi.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya juga mengirimkan surat 3851/Kk.13.30/BA.00/10/2023 yang ditujukan kepada kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan.
Menurut Amak, kemarau panjang berdampak terhadap kekurangan air dan ancaman bencana lain seperti kebakaran hutan dan lahan.
”Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT. Kita memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, dan menyuburkan,” tandasnya. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin