RadarBanyuwangi.id – Fenomena El Nino benar-benar berdampak serius pada sektor pertanian di Banyuwangi.
Jumlah produksi padi di Bumi Blambangan turun nyaris sebanyak 5 ribu ton, tepatnya 4.992,5 ton gabah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Ilham Juanda mengatakan, fenomena El Nino berdampak terutama pada tanaman padi milik para petani di daerah hilir yang jauh dari waduk.
Secara fisiologis, padi merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun, saat ini serapan air justru sangat berkurang.
”Memang dengan adanya musim kemarau atau fenomena El-Nino kemungkinan akan terjadi penurunan luas tanam padi pada triwulan akhir tahun ini.
Kami perkirakan turun sekitar 5 persen. Semoga bulan Desember sudah turun hujan sehingga petani dapat segera menanam padi lagi,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, luas tanam padi musim kemarau (MK) Agustus dan September 2022 mencapai 17.813 hektare (ha). Sedangkan luas tanam padi musim kemarau (MK) Agustus dan September 2023 seluas 16.918 ha.
Luas tanam padi di musim kemarau turun 895 ha atau setara produksi panen padi 4.992,5 ton gabah.
Sejauh ini, dalam penanganan fenomena El Nino, pihaknya telah bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan agar kelompok tani menerapkan rencana tata tanam global (RTTG).
Yakni, manajemen pola tanam yang menyesuaikan dengan kondisi debit air irigasi. Bagi daerah hilir yang kekurangan air irigasi agar menanam palawija atau tanaman semusim selain padi.
”Kami juga sudah mulai mengembangkan kelompok tani yang sudah advance teknologinya dalam pupuk alternatif sebagai percontohan peningkatan produksi dengan kondisi air yang terbatas. Hal tersebut harapannya dapat menjadi salah satu solusi,” kata Ilham.
Ilham menambahkan, dalam ketahanan pangan ada beberapa program diversifikasi yang dilakukan untuk menanggulangi dampak fenomena El Nino di wilayah Banyuwangi.
Salah satunya upaya menggalakkan pangan yang beragam, tidak hanya bergantung pada beras.
”Dalam program diversifikasi pangan ini, Dispertan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK secara periodik menggelar Festival Pangan Ragam Non-Beras (Fepanora) yang terus kita kembangkan,” tandasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin