Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peringati Hari Santri, ASN Pakai Sarung dan Berkopiah, Ipuk: Santri Harus Bisa Memahami Makna Jihad

Gareta Yoga Eka Wardani • Senin, 23 Oktober 2023 | 15:30 WIB
PAKAI SARUNG: Peringatan Hari Santri Nasional di halaman Pendapa Sabha Swagata Blambangan tahun 2024 lalu. Acara ini diikuti para santri, kepala SKPD, santri, pimpinan Ponpes dan Ormas
PAKAI SARUNG: Peringatan Hari Santri Nasional di halaman Pendapa Sabha Swagata Blambangan tahun 2024 lalu. Acara ini diikuti para santri, kepala SKPD, santri, pimpinan Ponpes dan Ormas

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin upacara Hari Santri Nasional (HSN) di halaman Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Minggu (22/10).

Upacara dihadiri Forkopimda, para Kepala OPD, Camat, para ulama, ustad dan ustadah, ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi, pimpinan pondok pesantren, pimpinan Ormas, serta ratusan santri.

Yang menarik, para pejabat  yang hadir mengenakan baju putih dipadu sarung dan berkopiah. Demikian pula dengan ratusan santri yang ikut upacara juga mengenakan sarung. 

Mereka begitu khidmat mengikuti upacara dari awal hingga akhir. Usai upacara, Ipuk memberikan hadiah kepada sejumlah pemenang dalam Festival Anak Shaleh.

Ipuk berharap, santri maupun siswa untuk terus belajar ilmu agama dan umum sebagai modal awal menghadapi tantangan global ke depan.

Dalam sambutannya Bupati Ipuk mengatakan, pendidikan menyeluruh tidak hanya diperoleh oleh para siswa di instansi pendidikan pada umumnya.

Para santri di Bumi Blambangan perlu mendapatkan pendidikan holistik yang tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. 

Ipuk berharap ada perubahan dan peningkatan yang signifikan terhadap pendidikan santri di pondok pesantren.

Ipuk mengungkapkan, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini yang mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri” menjadi momen bagi para santri untuk meningkatkan kecintaannya dan rasa patriotisme terhadap NKRI.

Santri memiliki peran penting untuk membangun karakter kebangsaan yang kuat guna mendukung pembangunan bangsa.

Hari Santri Nasional tahun ini menjadi kesempatan bagi seluruh pihak dalam lingkup pondok pesantren untuk merenungi sejarah santri.

Di mana santri menjadi salah satu pilar dalam menegakkan nilai keagamaan, kebangsaan, dan pendidikan yang komprehensif.

”Mari bersama berkomitmen mengembangkan pendidikan holistik yang tidak hanya agama untuk para santri. Tetapi juga ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan dalam mendukung pendidikan karajter anak-anak,” ujarnya.

Santri bukan hanya pembawa cahaya beragama, tetapi juga menjadi penerang di dunia pendidikan. Sesuai dengan tema yang diusung, Ipuk mengajak para santri memahami kembali makna dari jihad yang tidak hanya berupa pertempuran fisik.

Lebih dari itu, jihad yang harus dilakukan oleh para santri di era sekarang lebih kompleks mengingat perkembangan zaman yang kian meningkat melalui digitalisasi, persaingan global, bahkan perubahan norma dalam masyarakat.

Kata jihad dalam Islam bukanlah sebatas pertempuran fisik, melainkan perjuangan secara keseluruhan yang mencakup perjuangan untuk menguatkan imam, memperdalam ilmu, dan memperbaiki diri.

Dengan pendidikan yang berkualitas, holistik, dan inklusi dapat mengurangi ”dosa besar” dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah kekerasan.

”Mari hilangkan kekerasan di tempat belajar kita dan tidak boleh ada santri yang melakukan perundungan,” imbau Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik di lingkup pondok pesantren seperti para nyai, ustad, ustadah, dan lainnya yang telah memberikan tenaga dan pikirannya untuk santri di Bumi Blambangan.

”Mereka pilar penting dalam memperbaiki akhlak para santri yang berkualitas. Mari bersyukur atas kontribusi para santri dalam mengembangkan pendidikan yang lebih baik,” tandas istri Menpan-RB Abdullah Azwar Anas tersebut. (rei/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#festival #pondok pesantren #agama #asn #Hari Santri #Ipuk Fiestiandani #Anak #banyuwangi