Jawa Pos Radar Banyuwangi – Musim hujan diprediksi terjadi mulai bulan depan. Itu artinya, banjir yang kerap melanda kawasan Kota Banyuwangi dan sekitarnya pun berpotensi kembali terjadi.
Kabar baiknya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi menilai kondisi Sungai Kalilo yang kerap menjadi salah satu penyebab banjir, kini jauh lebih baik dibanding tahun lalu.
Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, normalisasi yang dilakukan pihaknya secara bertahap sejak Maret di titik-titik kritis Kalilo menyebabkan kondisi sungai yang ”membelah” Kota Banyuwangi itu menjadi lebih baik.
Endapan di sungai sudah banyak dikeruk, saluran-saluran yang mampet pun sudah kembali dinormalkan.
Karena itu, imbuh Guntur, secara teknis Kalilo akan lebih siap saat mendadak ada kenaikan debit air akibat hujan di area hulu sungai.
”Tahun lalu debit air mencapai 600 meter kubik per detik, tapi ini kan siklus. Mungkin sepuluh tahunan atau 25 tahunan. Jadi, tidak akan terjadi lagi tahun ini,” ujarnya.
Dari normalisasi yang sudah dilakukan, Guntur mengatakan Kalilo siap menampung debit air yang mencapai 600 meter kubik per detik.
Namun, jika nanti kembali terjadi peningkatan debit air secara signifikan, dia memprediksi paling tinggi debit air mencapai 400 meter kubik per detik.
”Saat ini masih normal, debitnya sekitar 25 liter per detik atau sekitar 5 sampai 10 meter kubik per detik,” imbuhnya.
Selain mengandalkan kedalaman dan lebar sungai yang sudah dinormalisasi, Guntur mengatakan, sejumlah pompa air disiapkan di beberapa titik pintu air yang ada di dekat permukiman warga. Jadi jika nanti air meluap, tidak sampai menggenangi permukiman seperti sebelumnya.
”Tahun lalu debit sangat besar, kemudian ada sedimentasi parah, jadi air meluap. Tahun ini kita sudah gali 1,5 meter sedimen dan menormalkan lebar sungai menjadi 25 meter,” bebernya.
Pemkab Banyuwangi juga melakukan berbagai upaya lain untuk meminimalkan risiko banjir di Bumi Blambangan.
Tangkis Sungai Kalilo yang terletak di Kelurahan Kepatihan diperbaiki sekaligus ditinggikan. Plengsengan ini sempat ambrol akibat luapan yang menyebabkan banjir cukup parah di Kelurahan Kepatihan dan sekitarnya.
Banjir yang terjadi akhir November tahun lalu (28/11/2022) disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi selama dua jam sehingga drainase di wilayah kota tak mampu menampung air.
Akibatnya, sejumlah sungai termasuk Kalilo, mengalami overtopping hingga di atas tangkis penahan.
Perbaikan dan peninggian tangkis Kalilo di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kepatihan, telah dilakukan.
Dengan tangkis yang lebih kokoh dan tinggi, risiko banjir di lingkungan tersebut diharapkan berkurang.
Ipuk juga berkeliling untuk melihat kondisi warga pascabanjir, termasuk meninjau rekonstruksi rumah warga yang rusak terkena banjir.
Dia ingin memastikan seluruh warga terdampak sudah memperoleh penanganan secara optimal. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin