Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga beras di Banyuwangi.
Operasi pasar digeber untuk menekan kenaikan harga komoditas pangan utama masyarakat yang terimbas kemarau panjang tersebut.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan akan terus menggelar operasi pasar selama sebulan ke depan.
Operasi pasar digeber di 25 kecamatan se-kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
Operasi pasar dilakukan lantaran harga beras saat ini cukup tinggi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) di lapangan, harga beras medium sudah menyentuh Rp 13.700 per kilogram (kg).
Harga ini pun melonjak jauh dibanding Februari lalu yang masih berada di kisaran Rp 11.800 per kg.
Kepala Diskop-UMP Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, pihaknya sudah mulai menggelar operasi pasar di 25 kecamatan bersama Bulog sejak Rabu (18/10).
”Kami berkolaborasi untuk mengatasi kenaikan harga di lapangan,” ujarnya.
Mantan Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Pemkab Banyuwangi itu menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Termasuk Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan agar kondisi produksi gabah di petani tidak sampai minus.
Sebab, jika kondisi itu terjadi, secara otomatis akan berpengaruh pada jumlah stok sehingga dapat memicu kenaikan harga beras.
Menurut Nanin, harga beras di Banyuwangi masih tergolong murah jika dibandingkan harga komoditas tersebut di daerah lain.
Dikatakan, harga beras premium di Banyuwangi masih di bawah Rp 15 ribu kg. Sedangkan di beberapa daerah lain, harganya sudah mencapai di atas Rp 15 ribu, bahkan untuk beras medium.
”Teman-teman Dispertan dan Dinas PU Pengairan kami minta membantu juga agar lahan pertanian tidak sampai kekeringan dan berakibat gagal panen. Sedangkan yang kami lakukan yaitu menggelar operasi pasar untuk satu bulan ini. Kuota per titik sekitar 500 kg. Kami lihat dulu bagaimana kondisinya,” pungkas Nanin. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin