Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Antisipasi Dampak El Nino Terhadap Produksi Pangan, Bupati Ipuk Minta Dinas Terkait Pantau Debit Air

Sigit Hariyadi • Selasa, 3 Oktober 2023 | 20:00 WIB
UNTUK IRIGASI: Bupati Ipuk bersama Kepala Dinas PU-Pengairan Guntur Priambodo mengecek Dam Rogojampi beberapa waktu lalu.
UNTUK IRIGASI: Bupati Ipuk bersama Kepala Dinas PU-Pengairan Guntur Priambodo mengecek Dam Rogojampi beberapa waktu lalu.

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang di tanah air.

Bupati Ipuk Fiestiandani menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk memantau dan memastikan produksi pangan tetap terjaga.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan, misalnya. Bupati Ipuk meminta instansi yang satu ini terus memantau debit air di seluruh dam dan bendungan untuk memastikan sawah teraliri air dengan baik.

Pun demikian dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan), bupati meminta instansi tersebut mengecek produksi beras.

Bupati Ipuk mengatakan, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan tanaman padi tidak seproduktif biasanya.

”Walaupun posisi stok beras kita masih surplus hingga akhir tahun ini, namun instansi terkait perlu cek lapangan,” ujarnya.

Photo
Photo

Ipuk menjelaskan, data dari Dinas PU Pengairan menunjukkan bahwa tampungan air di sejumlah dam di Banyuwangi relatif mencukupi.

Meskipun kondisi debit air saat ini lebih kecil dibanding waktu normal, namun masih mencukupi untuk mengairi persawahan.

”Hasil pantauan di lapangan, saat ini reservoir di sejumlah dam bisa dibilang aman. Petani yang menanam padi masih bisa melanjutkan aktivitasnya, namun kami imbau menanam varietas padi yang toleran terhadap kekurangan air,” tutur Ipuk.

Ipuk lantas membeber kondisi debit air sejumlah dam di Banyuwangi. Debit air Dam Karangdoro mencapai 8 ribu liter per detik bisa mengairi sawah 16.165 hektare (ha).

Debit air Dam Tengoro sebesar 1.209 liter per detik mengairi 1.074 ha. Debit Bendung Stail Genteng sebesar 2.624 liter per detik untuk mengairi 5.711 ha.

Bendung Porolinggo Glenmore debit airnya 1.300 liter per detik mengairi sawah seluas 3.515 ha. Sedangkan Waduk Bajulmati masih menyimpan 8 juta meter kubik.

Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo menambahkan, terkait antisipasi El Nino pihaknya bersama Dinas Pertanian telah mengimplementasikan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang disusun berdasar kondisi ketersediaan air irigasi.

Untuk saat ini, ada 7.408 ha sawah tanaman padi yang masuk dalam RTTG yang perlu mendapatkan air.

”Meski dengan kondisi kekeringan saat ini membutuhkan pasokan air hingga 1,5 kali lipat dari kondisi normal, saya kira kapasitas dam yang ada masih cukup bisa mengairi sawah hingga bulan November ke depan,” kata Guntur.

El Nino ini, terang Guntur, menyebabkan tingkat evaporasi (penguapan) air di lahan pertanian sangat tinggi sehingga sawah cepat kering. Maka, dia berharap kebijaksanaan dari para petani.

”Saya mohon agar para petani bisa menghemat penggunaan air. Apabila ada kekurangan segera laporkan ke kami agar bisa disuplai dari irigasi terdekat,” ujarnya.

Sementara itu, berdasar data dari Dispertan, stok beras di Banyuwangi jumlahnya mencukupi sampai akhir tahun.

Total luas panen padi di Banyuwangi untuk bulan September, Oktober, dan November mencapai 28.875 ha dengan produksi 192.797 ton gabah atau 122.807 ton beras.

Sedangkan jumlah konsumsi beras penduduk Banyuwangi berkisar 14 ribu ton per bulan. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Tanam #dam #el nino #debit air #padi #Ipuk Fiestiandani #pangan #banyuwangi #pertanian #pengairan